
Warga desa yang mengalami kekeringan di kawasan Bromo mendapat bantuan pipa dan fitting untuk instalasi saluran air dari PT Matahari Putra Makmur (Trilliun Group), produsen pipa uPVC dan HDPE.
JawaPos.com–Ada lebih dari 2.000 jiwa dari 6 desa di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Insiden kebakaran beberapa waktu lalu di Bukit Teletubbies, kawasan Bromo, menambah permasalahan kesusahan penyaluran air bersih yang dihadapi warga. Keenam desa itu yakni Ngadas, Jetak, Wonokerto, Sapikerep, Ngadisari, dan Ngadirejo.
Manifestasi penyebab kesulitan yang dialami 6 desa itu antara lain, jaringan pipa PVC dari sumber ke tandon desa yang rusak akibat kebakaran Gunung Bromo dan kurang memadainya instalasi pipa saluran air dari tandon ke permukiman warga selama ini yang jaraknya cukup jauh lebih kurang 1 - 3 kilometer.
Kastaman, salah seorang warga dari Desa Ngadas mengatakan, fenomena kebakaran hutan yang sering terjadi hampir setiap tahun menambah daftar panjang permasalahan kekeringan di desanya. Tahun ini, kebakaran hutan yang terparah.
”Akibat kebakaran hutan itu membuat jaringan pipa distribusi air ke warga sampai terbakar. Sehingga, hal itu merusak jalur jaringan pipa penyalur air dari sumber ke tandon,” ungkap Kastaman.
Hampir seminggu, sejak 6 September api muncul di bukit teletubbies, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jawa Timur dan perangkat daerah setempat berupaya memadamkan api. Berbagai cara dilakukan. Mulai dari pemadaman via darat hingga udara dengan water bombing.
”Debit air di musim kemarau pasti berkurang juga kan. Lalu, jaringan air terbatas hanya dari sumber air ke desa. Sementara, masyarakat butuh air setiap hari, kami butuh pipa yang bisa menambah volume distribusi air ke permukiman dengan maksimal,” tutur Kastaman.
Permasalahan kekeringan air di 6 desa tersebut harus segera diatasi. BMKG Tanjung Perak Surabaya memprediksi bulan ini ada kecenderungan peningkatan suhu akibat posisi matahari yang memasuki garis astronomis wilayah Jawa Timur.
Melihat fenomena tersebut, PT Matahari Putra Makmur (Trilliun Group) sebagai produsen pipa uPVC dan HDPE hadir untuk memberikan bantuan berupa pipa dan fitting untuk instalasi saluran air warga. Pipa itu akan meringankan beban warga yang minim akses air.
Selain memberikan pipa dan fitting sebagai bantuan kepada warga, Trilliun juga turut memberikan bingkisan sembako bagi warga yang terdampak bencana kebakaran Bromo tersebut.
”Trilliun adalah perusahaan yang memproduksi PVC dan HDPE yang berkualitas. Dari bencana kebakaran Bromo yang sudah terjadi, kami mendapatkan informasi bahwa ada 6 desa yang kesulitan air. Kami berikan pipa Trilliun serta lengkap dengan instalasinya dari UNNU,” kata Presiden Direktur PT Matahari Putra Makmur Jeffry Prijadi.
Jeffry menyampaikan, pipa yang menyalurkan air dari tandon ke rumah warga mayoritas dalam kondisi buruk atau rusak. Kemudian, jarak instalasi pipa yang sudah terpasang sebelumnya kurang memadai.
Karena itu, dia menambahkan, masyarakat membutuhkan pipa dengan material yang prima. Dengan begitu, air akan bisa mengalir secara maksimal ke 6 desa itu.
”Kami berharap kehadiran Trilliun dan UNNU bisa meringankan beban masyarakat dari 6 desa di sekitar Bromo,” imbuh Jeffry.
”Ini pengalaman untuk saya yang luar biasa bisa ikut menyaksikan CSR untuk masyarakat di 6 desa sekitar Bromo,” tambah Maxwell, selaku leader project CSR yang juga anak dari Jeffry Prijadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
