
Petugas gabungan bergotong royong memadamkan karhutla di Gunung Lawu.
JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur, menetapkan status tanggap darurat kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu selama 14 hari.
”Bupati Ngawi menetapkan status tanggap darurat kejadian bencana karhutla Gunung Lawu, dengan menerbitkan surat, selama 14 hari terhitung sejak 30 September hingga 13 Oktober,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi Prila Yuda Putra seperti dilansir dari Antara di Ngawi, Senin (2/10).
Menurut dia, penetapan status tersebut diberlakukan menyusul karhutla di Gunung Lawu yang belum tuntas padam. Bahkan api masih terlihat hingga Senin (2/10).
Karhutla Gunung Lawu sudah menjalar ke wilayah sekitar seperti Kabupaten Magetan dan Karanganyar, Jawa Tengah. Kebakaran hutan di Gunung Lawu pertama kali muncul di wilayah Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, sejak beberapa hari terakhir.
”Hutan di Gunung Lawu telah mengalami beberapa kali kebakaran dalam sebulan terakhir,” papar Prila Yuda Putra.
Selain lahan kering, lanjut dia, kebakaran yang kini kembali terjadi juga semakin meluas karena kondisi angin yang bertiup kencang. Data BPBD mencatat, titik api muncul dari Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul dan Campur Rejo, Kecamatan Jogorogo, area Gunung Lawu sisi utara masuk Kabupaten Ngawi, dan dilaporkan meluas.
”Upaya pemadaman menerjunkan ratusan personel gabungan dari BPBD Jatim, Agen Bencana Provinsi Jatim, Kabupaten Ngawi, BPBD Kabupaten Magetan, TNI, Polri, Polhut, BKSDA, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Perhutani KPH Ngawi, serta relawan, dan masyarakat,” terang Prila Yuda Putra.
Dia menambahkan, pemadaman dilakukan secara manual dan membuat ilaran yakni parit penyekat api di sekitar lokasi titik api yang tergolong cukup curam. BPBD juga mengerahkan helikopter milik BNPB untuk melakukan pemadam api melalui udara atau water bombing pada Senin (2/10).
”Untuk luas lahan yang terbakar hingga kini diperkirakan sudah mencapai 200-an hektare. Penyebab kebakaran hutan tersebut juga belum diketahui,” ujar Prila Yuda Putra.
Tindak lanjut dari Status Tanggap Darurat, kata dia, petugas telah mendirikan posko peninjauan di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Pemkab Ngawi juga menyediakan dapur umum di lingkungan kantor Desa Ngrayudan.
Hal yang sama dilakukan Pemkab Magetan. BPBD mendirikan Posko Relawan dan dapur umum di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Magetan, guna memantau penanganan karhutla Gunung Lawu. Posko tersebut merupakan lokasi terdekat dari titik api yang bisa diakses para petugas dan relawan.
”Terima kasih kepada seluruh relawan yang telah berpartisipasi dalam mengatasi kebakaran hutan Gunung Lawu. Tetap jaga keamanan itu yang utama,” kata Pj Bupati Magetan Hergunadi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
