Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 September 2023 | 05.56 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Ingatkan Soal Krisis Pangan

STOK AMAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Bulog Divre Jawa Timur Ermin Tora (kanan) meninjau gudang beras Bulog di Kecamatan Buduran kemarin. - Image

STOK AMAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Bulog Divre Jawa Timur Ermin Tora (kanan) meninjau gudang beras Bulog di Kecamatan Buduran kemarin.

JawaPos.com–Selain melakukan upaya mitigasi dan respons cepat mengantisipasi dampak El Nino dan banjir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi krisis pangan.

”Sejak akhir 2022, sudah mulai menjadi mitigasi serius di dunia bahwa ada kekhawatiran terjadinya krisis pangan. Kekhawatiran itu muncul selain karena perang Rusia-Ukraina juga karena mitigasi terhadap kemungkinan El Nino yang bisa berdampak pada produksi pangan di seluruh dunia,” kata Khofifah.

Oleh karena itu, dia meminta kepada seluruh pihak untuk memaksimalkan seluruh proses untuk bisa memastikan bahwa produksi pangan Jatim tidak berkurang. Meskipun year-on-year September 2022-September 2023 produksi padi di Jawa Timur surplus 9,23 persen.

”Kita mendapatkan informasi beberapa titik irigasi sudah tidak tersuplai air karena dampak El Nino. Dampak terhadap kemungkinan tumbuh kembang padi tidak bisa seproduktif seperti sebelumnya, saya mohon kerja sama kita semua para bupati wali kota cek di lapangan masing-masing,” ujar Khofifah.

Selain stok beras di Provinsi Jatim cukup, lanjut dia, stok beras di kabupaten/kota di Jatim juga cukup sampai Idul Fitri tahun depan. Namun beberapa waktu belakangan harga beras naik karena naiknya harga gabah kering giling (GKG) dan gabah kering panen (GKP) di atas harga eceran tertinggi (HET) sejak masuk ke tempat penggilingan.

Sehingga end product yakni beras di pasaran harganya mengalami kenaikan di atas HET.

”Ini sesuatu yang harus kita antisipasi bersama karena meskipun dalam keadaan surplus, ternyata harga beras sampai di pasar itu di atas HET. Pemprov Jatim melakukan operasi pasar murah untuk bisa merespons keterjangkauan daya beli masyarakat,” papar Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore