Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 September 2023 | 00.01 WIB

Keraton Kanoman Cirebon Sucikan Gong untuk Peringatan Maulid Nabi

Para patih dan abdi dalem Keraton Kanoman Cirebon membersihkan gong pusaka dalam tradisi siraman Gong Sekaten di Cirebon, Minggu (24/9). - Image

Para patih dan abdi dalem Keraton Kanoman Cirebon membersihkan gong pusaka dalam tradisi siraman Gong Sekaten di Cirebon, Minggu (24/9).

JawaPos.com–Keraton Kanoman, Cirebon, melaksanakan tradisi siraman Gong Sekaten untuk menyucikan benda pusaka yang digunakan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran mewakili Sultan Kanoman Sultan Raja Muhammad Emirudin memimpin proses pencucian benda pusaka itu dalam acara yang berlangsung di dalam Langgar Keraton Kanoman.

”Ini untuk menyucikan atau membersihkan dalam persiapan untuk dibunyikan pada 8 Rabiulawal, malam hari,” kata Juru Bicara Keraton Kanoman Ratu Raja Arimbi Nurtina seperti dilansir dari Antara.

Arimbi menjelaskan, Gong Sekaten adalah seperangkat gamelan berusia lebih dari 600 tahun milik Keraton Kanoman. Gong itu hanya dibunyikan satu kali pada puncak upacara Panjang Jimat.

”Gong Sekaten ini sudah ada sejak masa Sunan Gunung Jati. Kami terus menjaga tradisi turun temurun ini supaya tetap lestari,” ujar Arimbi.

Sebelum acara pembersihan berlangsung, para patih dan abdi dalem mengeluarkan Gong Sekaten dari Bangsal Keraton dan membawanya ke Langgar. Sementara itu, abdi dalem yang lain mempersiapkan alat dan bahan untuk pelaksanaan tradisi siraman Gong Sekaten.

”Kita persiapkan bahan-bahan berupa bubuk batu bata, air kelapa yang difermentasi satu malam, kemudian air bunga, dan beberapa bahan lain seperti asam Jawa serta jeruk nipis,” jelas Arimbi.

Setelah persiapan keperluan pembersihan selesai, Gong Sekaten diletakkan di meja khusus dan kemudian dibersihkan, disiram dengan air kembang dan digosok menggunakan sabut kelapa.

”Kami memakai sabut kelapa supaya tidak merusak bagiannya,” terang Arimbi.

Arimbi menyampaikan, dalam pelaksanaan tradisi pembersihan gong pusaka, warga sekitar keraton hadir untuk menyaksikan. Di antaranya ada yang ikut berebut air bekas pencucian benda pusaka.

​”Momen keluarnya Gong Sekaten menjadi salah satu kesempatan bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya untuk menyaksikan secara langsung bagaimana wujud rupa gamelan pusaka yang hanya muncul sekali dalam setahun itu,” tutur Arimbi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore