Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 November 2020 | 01.57 WIB

Selama Pandemi, Pemprov Catat Investasi Penanaman Modal Naik 42 Persen

Ilustrasi pergerakan harga obligasi sebagai salah satu instrumen investasi yang banyak diminati investor (Istimewa) - Image

Ilustrasi pergerakan harga obligasi sebagai salah satu instrumen investasi yang banyak diminati investor (Istimewa)

JawaPos.com–Selama pandemi, perolehan investasi Jawa Timur naik 42,1 persen. Perbandingan kenaikan itu dihitung dari Januari hingga November tahun lalu.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim Aris Mukoiyono, pandemi Covid-19 memiliki dampak di bidang investasi. Namun masa pandemi juga mendorong beberapa sektor meningkat. ”Karena itu, pencapaian terakhir nilai investasi tetap meningkat,’’ kata Aris.

Nilai investasi saat ini tercatat mencapai Rp 66,5 triliun. Dari angka tersebut, kontribusi sektor penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 47,39 triliun. Lebih tinggi dibanding penanaman modal asing (PMA) yang mencapai Rp 19,1 triliun.

Penanaman modal dalam negeri paling besar di Surabaya. Sektor yang meningkat antara lain, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi. Aris mengatakan, sektor lain memang agak surut. ”Tapi, tiga sektor yakni transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi meningkat pesat,’’ terang Aris.

Menurut dia, terdapat beberapa faktor yang membuat Jawa Timur dilirik investor. Misalnya, infrastruktur. Pemodal tertarik karena akses distribusi barang di Jawa Timur sudah tersedia. ”Dengan begitu, cost produksi bisa lebih hemat,’’ ucap Aris.

Aris juga menyebut terdapat beberapa sektor lain yang berpotensi naik. Yakni industri farmasi dan obat-obatan. Banyak perusahaan di Jawa Timur yang melaporkan investasi mereka meningkat. Itu terjadi karena permintaan produk mereka meningkat. ”Karena itu, mereka menambah investasi untuk memenuhi permintaan pasar,’’ kata Aris.

Meski demikian, lanjut dia, terdapat beberapa investasi lama. Artinya, proses produksi sudah berlangsung. Perusahaan menambah modal dan tenaga kerja untuk meningkatkan produksi. ”Itu termasuk bagian dari peningkatan investasi,’’ ungkap Aris.

Dia meyakini penanaman modal di Jawa Timur akan terus mengalami tren positif. Salah satu pemicunya, banyak proyek strategis nasional dilaksanakan di Jawa Timur. Selain itu, bakal ada kawasan ekonomi khusus (KEK). Yakni KEK Singosari dan yang masih dalam proses pengusulan KEK JIIPE.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ofgB8fuv-kY

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore