Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 November 2020 | 17.00 WIB

FTP Universitas Warmadewa Gelar Kompetisi Bambu Internasional

Ket. Foto: Tim Juri internal saat menyeleksi 12 besar karya-karya mahasiswa peserta lomba - Image

Ket. Foto: Tim Juri internal saat menyeleksi 12 besar karya-karya mahasiswa peserta lomba

JawaPos.com - Prodi Arsitektur Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa (FTP Unwar) menjalin kerja sama dengan Asean International Collages and Universities menggelar kompetisi Internasional "2020 Guangdong-Hongkong -Macao Greater Bay Area and Asean International Colleges and Universities Construction Competition Preliminary Contest".

Kompetisi Internasional ini mengusung tema "Waterfront Bird-Watching Platform ini diikuti 12 partisipan yang digelar secara online, Rabu (11/11).

Kaprodi Arsitektur FTP Unwar, I Nyoman Gede Maha Putra, S.T.,M.Sc.,Ph,D., mengatakan bambu menjadi bahan bangunan yang popular karena mudah didapat. Sebab, bambu bisa tumbuh dimana saja terutama di daerah tropis. Namun, bambu memiliki beberapa kelemahan. Diantaranya, mudah rusak dan mudah lapuk, sehingga penggunaan bambu sebagai bahan bangunan mulai ditinggalkan.

Saat ini, katanya, kesadaran memanfaatkan material bambu kembali dilirik. Tidak hanya di Bali, namun juga di seluruh dunia.

Menurutnya, pemanfaatan kembali material bambu ini ternyata membuka banyak peluang. Salah satunya adalah ruang kreatif. "Kalau dulu bambu hanya digunakan sebagai rumah tinggal, namun sekarang bambu sudah bisa dikatakan naik kelas, yaitu sudah digunakan untuk restoran, villa, dan bangunan-bangunan yang lebih mewah. Sehingga bambu mulai mendapat tempat di masyarakat modern," ujar Gede Maha Putra, Rabu (11/11).

Dengan demikian, kemudian muncul kesadaran bahwa peluang untuk mengeksplorasi material ini terbuka sangat luas. FTP Unwar bekerjasama dengan Nansha Wetland Park di China dan juga South China University of Technology berinisiatif menyelenggarakan lomba bambu tingkat internasional. Meskipun, pesertanya baru mengjangkau Asia Timur dan Asia Tenggara.

"Kami menyelenggarakan lomba bambu ini untuk level Indonesia yang mengundang mahasiswa-mahasiswa arsitektur dari seluruh Indonesia untuk ikut berkompetisi. Kami berharao agar bambu kembali menjadi material alternatif yang tidak hanya berpatokan dengan beton, baja atau kaca dan harus sadar bahwa Indonesia kaya akan bambu," tandas Gede.

Dekan FTP Unwar, Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T., mengatakan kegiatan lomba bambu internasional ini adalah yang kedua, dan kali ini FTP Unwar dipercaya menjadi penyelenggara. Sebab, pada lomba tahun sebelumnya FTP Unwar menjadi juara di Tiongkok. Namun, lomba kali ini di gelar secara online, karena situasi pandemi Covid-19.

Pihaknya berharap kegiatan ini terus berlanjut, tidak hanya sebatas lomba-lomba namun ke depan FTP Unwar mampu mengembangkan laboratorium. Sehingga, bahan-bahan bisa disiapkan di Unwar, sedangkan alat-alat atau mesinnya dari Tiongkok. Apalagi, kegiatan ini sesuai dengan visi Unwar yaitu berwawasan ekowisata. Sehingga, apa yang dicanangkan di Unwar menuju go global 2034 bisa tercapai.

Dari hasil kompetisi yang diikuti 12 partisipan, Universitas Teknologi Yogyakarta dan Universitas Tanjungpura berhasil meraih juara I. Juara II diraih oleh Universitas Udayana (Unud), Alauddin State Islamic University Of Makassar, Unud, dan Unud. Sementara itu, juara III diraih oleh Unud, Unue, Universitas Pandanaran, Universitas Petra Christian, Universitas Tanjungpura, dan Unmer Malang. Karya-karya juara I akan dibangun di Nansha Wetland Park di Tiongkok.

 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore