Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 November 2018 | 20.05 WIB

Rintis Usaha Kuliner, Polisi di Surabaya Buka Kedai Pentol dan Sosis

Bripka Arif Harmoko melayani pembeli di kedai Mami Kunti yang dirintisnya di Jalan Simo Pomahan VIII Surabaya. - Image

Bripka Arif Harmoko melayani pembeli di kedai Mami Kunti yang dirintisnya di Jalan Simo Pomahan VIII Surabaya.

JawaPos.com- Merintis bisnis kuliner berawal dari sesuatu yang disuka. Prinsip itu yang dipercaya oleh seorang polisi asal Kota Pahlawan. Tanpa malu-malu, Bripka Arif Harmoko menjajal peruntungan dengan berjualan aneka pentol, hingga sosis.



Aryo Mahendro, Surabaya.



Sehari-hari Arif berdinas sebagai anggota Provost Polsek Sawahan. Dia bertugas di Pengadilan Negeri Surabaya untuk mengawal para terdakwa yang menjalani persidangan.


Selain sebagai polisi, Arif juga bonek sejati. Dia aktif di Bonek Revolution (Bonrev). Rupanya kesibukan itu tak membuat Arif berhenti berkeratifitas.


Kini dia menjajal bisnis kuliner aneka jajanan pentol. Nama kedainya adalah Mama Kunti. Lokasinya di Jalan Simo Pomahan VIII/ 102.


Tidak sulit mencari warung Mama Kunti. Plakat neon bundar dengan tulisan Mama Kunti, spanduk hias garis-garis berwarna putih - oranye, dan beberapa lampu hias menjadi ciri khas kedai itu.


"Iki konsepe wis mateng. Konsepe cemilan. Logo warnae oranye putih dadi ciri khas. (Ini konsepnya sudah matang. Konsepnya camilan. Warna logonya orannye putih jadi ciri khas),” cerita Arif saat ditemui JawaPos.com selepas aktifitasnya sebagai polisi.


Hanya, memang ada satu yang akan membuat siapa saja penasaran. Yakni, soal penamaan Mama Kunti. Arif bercerita, sebenarnya dia mengambil nama panggilan mertuanya. 


Entah sejak kapan, warga sekitar kerap memanggil mertuanya dengan nama panggilan itu. "Soal Mama Kunti iku, ancen ibue bojoku nang kene dicelok Mama Kunti (Soal Mama Kunti itu, memang ibunya istri saya dipanggil Mama Kunti di sini)," tambahnya. 


Menu yang dijajakan Arif di kedainya ini cukup beragam. Mulai pentol bakar, pentol jumbo tetelan daging, sostel (sosis telur), ceker dan kepala ayam, es teh, es kopyor, dan beberapa menu minuman lain. 


Salah satu yang special adalah sate pentol bakar. Satu tusuk saja, hanya muat 3 pentol. Selain soal ukuran yang jumbo, ada bumbu spesial yang menjadikan pentol buatannya terasa berbeda. "Timbang sewuan tapi cilik-cilik, yo gawe opo (Daripada harga seribuan, tapi kecil-kecil, ya untuk apa)," lanjut ayah dua orang anak ini. 


Selain pentol, ada menu ceker dan kepala ayam. Dengan uang Rp 5 ribu, pembeli sudah dapat dua plus kuah. Menu ini yang diakui Arif laris manis, cepat habis saat sore hari.  "Bedannya ya bumbu bakarnya ini. Bumbunya khusus, rahasia dapur,” selorohnya.


Kedai Mama Kunti ini tidak punya jam buka seperti warung atau kafe pada umumnya. Pembeli yang ingin mencoba pentol atau sosis Mama Kunti bisa datang mulai pukul 16.00 WIB-21.00 WIB.


Jam buka kedai itu mempertimbangkan kesibukan Arif. Selain itu, juga berusaha untuk menuruti permintaan konsumen. ”Di sini ramainya kalau pulang jam kerja,” tutur lelaki yang menjadi anggota Polri sejak 2004 itu.


Namun, Arif tetap menaruh harapan dengan kedai Mama Kunti miliknya. Menurutnya, bisnis yang dilakoninya tersebut cukup sukses dan minim pesaing. 

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore