Dinas Damkarla Pemkab Gresik menyebut pemicu utama kebakaran lahan kosong di Gresik diakibatkan puntung rokok.
JawaPos.com - Kobaran api yang membakar hutan dan lahan Bromo semakin hebat. Kebakaran tersebut terjadi akibat dampak dari kegiatan fotografi prewedding menggunakan flare di Bukit Teletubbies.
Kebakaran itu terjadi di Blok Savana, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang merupakan Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Melihat yang terjadi di Bromo, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pemerintah Kabupaten Gresik mengatakan jika hal yang sama bisa terjadi di Kabupaten Gresik karena kelalaian.
Agustin Halomoan Sinaga, Kepala Damkarla Pemkab Gresik, mencatat 30 kasus kebakaran alang-alang ternyata diakibatkan oleh dua faktor, yaitu puntung rokok yang dibuang sembarangan dan pembakaran sampah sembarangan.
Hal itu berdasarkan dari data yang dihimpun dari jumlah 43 kasus kebakaran yang melanda Kabupaten Gresik dalam bulan ini.
"Setiap ada kebakaran alang-alang, kami (Damkarla-red) bergerak cepat menelusuri hal ini kepada masyarakat atau saksi yang dekat dengan Tempat Kejadian Kebakaran (TKK). Dari hasil penjelasan mereka diketahui ternyata penyebab awal dikarenakan ada pengendara kendaraan yang lewat dan membuang puntung rokok sembarangan," papar Sinaga.
Karena itu, pihaknya menghimbau dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok dalam kondisi hidup.
Sebab, kebakaran yang menimpa lahan kosong tak hanya membahayakan masyarakat, tetapi juga meningkatkan polusi udara.
Sementara itu, terjadi kebakaran yang melanda lahan kosong yang dipenuhi ilalang dan rumput kering di kawasan penduduk, tepatnya di perum Alam Bukit Raya (ABR) blok A2 No 74, Kelurahan Kembangan, Kebomas pada Senin (11/09) pukul 09.00, sebagaimana dilaporkan dari Radar Gresik.
Ganasnya kobaran api membuat petugas Damkarla harus menurunkan puluhan anggotanya untuk memadamkan si jago merah.
Bukan hanya itu, satu unit motor hangus jadi arang setelah tersambar api yang membakar ilalang dan plastik dalam kebakaran di Desa Samirplapan Kecamatan Duduksampeyan pada Minggu (10/9).
“Api diduga dari pembakaran sampah yang akhirnya menjalar ke alang alang dan menyambar motor. Setelah itu Pak Agus melapor ke kami,” pungkas Sinaga.