Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Agustus 2020 | 06.26 WIB

Hadapi Ketua DPP PAN di Pilkada, Wakil Bupati Rela jadi Cawabup

ILUSTRASI Pilkada Serentak 2020, (Kokoh Praba Wardani/Dok. JawaPos.com) - Image

ILUSTRASI Pilkada Serentak 2020, (Kokoh Praba Wardani/Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Beragam strategi dilakukan para kontestan dalam menghadapi pilkada. Ada kandidat yang diturunkan dari level DPP partai, ada pula kandidat rela bertahan di posisi yang sama. Asalkan bisa meraih kemenangan.

Itulah yang terjadi di Kabupaten Solok. Wakil Bupati setempat, Yulfadri Nurdin mengaku rela dicalonkan lagi sebagai orang nomor dua di kabupaten tersebut. Alasannya, asalkan bisa terpilih lagi.

"Kami tidak mempersoalkan siapa yang jadi calon bupati dan siapa yang calon wakil bupati. Bagi saya sama saja. Jadi cawabup lagi tidak masalah," ujar Yulfadri Nurdin kepada JawaPos.com, Senin (24/8).

Yulfadri belum mengungkap parpol mana secara resmi mengusung dia. Tetapi, dia mengaku telah mendapatkan kesepakatan siapa pasangannya. Yakni Nofi Candra, anggota DPD RI periode 2014-2019. Hingga kini antara Yulfadri dan Nofi belum ada kesepakatan siapa yang menempati posisi calon bupati dan calon wakil bupati. "Kami ngotot-ngototan untuk menentukan siapa calon bupati," tandasnya.

Baca juga: Wabup Solok: Satu dari Kami Bertiga Memilih Mundur

Kesepakatan itu didapatkan setelah melakukan pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu dengan dua orang kandidat lainnya. Yakni, Nofi Candra dan Maigus Tinus. Dari pertemuan itu didapatkan komitmen, di antara mereka ada yang tidak jadi maju di Pilkada Kabupaten Solok 2020. Alasannya, demi mengedepankan kepentingan daerah. Bukan nafsu pribadi atau nafsu politik sendiri. "Kami waktu itu sudah sepakat ada yang mundur. Pemikiran kami satu yaitu bagaimana Kabupaten Solok ini maju," tandasnya.

Adapun pasangan kandidat yang sudah mendeklerasikan diri untuk maju di Pilkada Solok adalah Epyardi Asda-Jon Firman Pandu. Pasangan itu diusung oleh PAN dan Gerindra. Epyardi Asda merupakan salah satu ketua DPP PAN. Dia adalah putra asli daerah (PAD) Solok. Sebelumnya dia anggota DPR-RI tiga periode dari PPP. Pada Pemilu 2019 dia gagal jadi caleg dari PAN.

Baca juga: Maigus: Demi Kepentingan Solok, Silakan Yulfadri-Nofi Candra Maju

Sedangkan Jon Firman Pandu adalah politikus Partai Gerindra yang kini menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Solok 2019-2024.

Hingga berita ini dirilis, Epyardi Asda masih bungkam soal pencalonannya. Dia tidak membuka suara seperti apa strateginya menghadapi Pilbup Solok 2020.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore