Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2020 | 04.54 WIB

Di Tengah Situasi Tegang, Mampu Gelar Pegunungan Bintang Got Talent

Para peserta Pagubin Got Talent 2020. (Dok Nizar Eko Fachrulloh). - Image

Para peserta Pagubin Got Talent 2020. (Dok Nizar Eko Fachrulloh).

JawaPos.com-Lebih dari 200 orang ikut meramaikan Pegubin Got Talent 2020. Acara yang diinisiasi Pengajar Muda XIX Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua itu dihadiri oleh banyak elemen. Antara lain guru, tokoh pendidikan, Satgas Covid-19, unsur TNI dan Polri.

"Ini adalah aksi kepedulian. Semua yang datang adalah sukarela. Ada yang berkontribusi menjadi juri, memobilisasi peserta, dan sumbangan dana," kata ketua pelaksana Nizar Eko Fachrulloh dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com.

Pegubin Got Talent merupakan kegiatan pertama yang berhasil diselenggarakan di Pegunungan Bintang dengan melibatkan lebih 20 orang dalam masa pandemi Covid-19.

Di Oksibil, ibu kota Pegunungan Bintang yang notabene masih berstatus zona hijau, semua aktivitas berkumpul memang dilarang. Sekolah libur, aparatur sipil negegara bekerja di rumah, tempat ibadah dibatasi.

Meski begitu, masyarakat tetap berkerumun dan salam dengan cara menjentikkan jari. Sebab, itu merupakan bagian budaya di Pegunungan Bintang.

"Ini adalah acara yang luar biasa karena berhasil menyatukan berbagai pihak untuk memperingati HUT RI yang ke-75. Meskipun di tengah situasi yang kurang kondusif dan minimnya dukungan dana, tapi acara tetap berjalan lancar dan meriah," ucap La Ode Husain, Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang (8/8).

Junita Simanjuntak, pembawa acara Pegubin Got Talents mengatakan bahwa kegiatan ini sudah mengantongi izin dari Satgas Covid-19 Pegunungan Bintang. Syaratnya adalah tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Lebih dari seratus murid sekolah dasar yang menjadi peserta, juga antusias dalam memperebutkan piala dan hadiah. Ada lima lomba yang digelar pada ajang ini. Yakni lomba menyanyi lagu nasional, lomba mewarnai garuda pancasila, lomba menghafal teks UUD 1945 dan Pancasila, dan lomba baca puisi.

"Anak-anak sangat senang ikut lomba seperti ini. Apalagi yang berhasil membawa pialanya pulang. Sebab, mereka sudah jenuh belajar di rumah terus," ucap Jeni Kalontong, guru pendamping SD YPPK Mabilabol.

Pegubin Got Talents.

Para peserta mendengarkan komentar juri pada ajang yang diberi nama Pegubin Got Talent 2020. (Dok Nizar Eko Fachrulloh).

Siti Hartinah, pengajar muda yang bertugas di SD Inpres Kungulding, Distrik Okaom, kegiatan ini bagus untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anak. Terutama dalam wawasan kebangsaan.

"Banyak anak-anak di distrik-distrik itu yang tidak hafal pancasila, belum bisa menyanyi lagu nasional dengan sempurna. Bahkan, ada sekolah yang tidak menyelenggarakan upacara bendera karena tidak ada guru yang mengarahkan dan melatihnya," ucap kelahiran Aceh tersebut.

Situasi di Pegunungan Bintang memang sempat panas sejak Februari lalu. Saat itu, helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat yang hilang pada Juni 2019 telah ditemukan. Sejumlah senjata miliki TNI juga dirampas oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Sedangkan pada Maret, sempat terjadi penembakan tiga truk milik BUMN Wijaya Karya.

"Ini adalah kegitan yang pas di momen yang tepat untuk mengingatkan semua pihak bahwa menjaga NKRI itu tanggung jawab bersama," kata Joko Sudarsono, perwira penghubung Kodim teritorial Pegunungan Bintang.

Photo

Para peserta Pegubin Got Talent 2020. (Dok Nizar Eko Fachrulloh).

Kegiatan yang sebenarnya ditangguhkan oleh Pemda ini, tetap dilaksanakan. Sebab, menurut pihak keamanan, situasi cukup kondusif. Sebab, lima hari sebelumnya, sempat terjadi aksi ricuh. Yakni perusakan kantor Badan Kepegawaian Daerah oleh masa demo yang menolak hasil CPNS tahun 2018.

Menurut salah seorang pendemo, yang tidak mau disebutkan namanya, masyarakat menuntut hasil CPNS dibatalkan. Sebab, mereka menganggap yang lolos lebih banyak dibanding Orang Asli Papua (OAP).

Permasalahan tersebut, sampai saat ini, masih belum selesai dan ada potensi gelombang aksi yang lebih besar menjelang peringatan 17 Agustus di kantor bupati.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore