Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Maret 2020 | 03.30 WIB

Pemerintah Dinilai Tak Serius Cegah Penyebaran Virus Flu Babi

Ilustrasi ternak babi (Dok.Radar Bali) - Image

Ilustrasi ternak babi (Dok.Radar Bali)

JawaPos.com–Pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai tidak serius dalam mencegah penyebaran virus flu babi Afrika. Langkah yang sudah dilakukan pemerintah daerah untuk mencegah masuknya virus flu babi ke wilayah NTT tidak masif sehingga informasi itu tidak semuanya sampai ke peternak.

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Gustaf Oematan menilai, virus ASF (flu babi Afrika) sebenarnya sudah dideteksi beberapa bulan lalu di beberapa tempat. Terakhir terdeteksi di negara Timor Leste yang berbatasan dengan wilayah NTT. ”Sehingga, virus dapat dengan mudah menyebar ke wilayah NTT,” ujar Gustaf seperti dilansir dari Antara pada Jumat (13/3).

Menurut Gustaf, sebenarnya pemerintah telah melakukan tindakan preventif, tapi sepertinya tidak serius. Sehingga, penyebaran virus tersebut sudah meluas di seluruh wilayah di daratan Timor.

”Kalau ada kasus, baru pemerintah turun untuk melakukan tindakan. Sudah banyak ternak yang mati dan merugikan para petani. Sebut saja 3.000 ekor babi yang mati dengan hitungan satu ekor paling rendah Rp 3.000.000, secara ekonomi ada kerugian sekitar Rp 9 miliar dalam waktu tidak sampai satu bulan,” kata Gustaf.

Sebenarnya, lanjut Gustaf, yang harus dilakukan pemerintah adalah pengetatan dan atau penutupan distribusi komoditas peternakan dari daerah yang positif kena virus ASF melalui karantina. Selain itu, melakukan vaksinasi terhadap ternak-ternak sebelum virus itu menyebar.

”Berikan pemahaman kepada para peternak untuk meningkatkan manajemen sanitasi pemeliharaan ternak, terutama pakan. Pemberian pakan yang baik dengan vitamin yang cukup dan perkandangan,” ujar Gustaf.

Gustaf menambahkan, membasmi virus sangat sulit kerena virus selalu bermutasi membentuk virus baru sehingga sulit diobati. ”Pemerintah harus serius melakukan langkah-langkah pencegahan tersebut. denganbegitu, minimal risiko kematian ternak dapat dielimanasi,” ucap Gustaf.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=WqcGmg0ss9s

https://www.youtube.com/watch?v=JYfYhuSsPYY

https://www.youtube.com/watch?v=W5vZiEd8mHI

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore