Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Maret 2020 | 00.08 WIB

Pemkab Flores Timur Larang Pasokan Babi dari Luar

Peternakan babi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dinas Peternakan NTT/Antara - Image

Peternakan babi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dinas Peternakan NTT/Antara

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur melarang pasokan ternak babi dari luar daerah masuk ke wilayahnya. Hal itu untuk mencegah penularan virus African Swine fever (ASF) yang dinyatakan positif menyerang ternak babi di wilayah Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

”Virus ASF sudah masuk di daratan Timor. Kami di Flores Timur siaga satu untuk mengantisipasinya,” kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli seperti dilansir dari Antara pada Jumat (6/3).

Agustinus menjelaskan, virus ASF merupakan endemik dan belum ada obat atau vaksinnya. Jika ternak babi tertular akan mati dan menular ke ternak lain dengan cepat. Untuk itu, pihaknya melarang agar pasokan dari luar daerah masuk ke Flores Timur. Termasuk olahan makanan yang berbahan dasar babi. ”Misalkan hasil olahan daging babi sei. Daging olahan ini kalau mengandung kuman virus ASF, virusnya bisa bertahan hidup hingga 30 hari. Bisa menjangkiti ternak babi lain,” kata Agustinus.

Menurut dia, pasokan ternak babi dari luar daerah sangat berpotensi merugikan peternak di Flores Timur. Sehingga, perlu upaya pencegahan secara serius. Agustinus mengaku telah memerintahkan sekretaris daerah dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengantisipasi dan melarang ternak babi dalam kondisi hidup maupun daging olahan masuk wilayahnya.

”Surat perintah sudah dikirim ke para camat, kepala desa serta lurah, dan pemangku kepentingan lain agar melakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat terkait larangan ini," kata Agustinus.

Pemkab terus menjaga pintu masuk transportasi seperti jalur laut dari wilayah Pulau Timor yang masuk di Pelabuhan Feri Waibalun, Pelabuhan Feri Deri, jalur laut dari Kabupaten Lembata dan dari Kabupaten Sikka, serta di Bandara Gewayantana, Larantuka.

Agustinus mengingatkan bahwa serangan virus ASF sangat serius dan berbahaya bagi ternak babi. Hal tersebut akan berdampak buruk bagi perekonomian petani dan peternak di Kabupaten Flores Timur.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore