Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 November 2018 | 01.26 WIB

Kekeringan 7 Bulan, Polisi dan Komunitas Trail Beri Bantuan Air Bersih

Distribusi air bersih dari Polres Malang melalui Polsek Donomulyo, bekerjasama dengan DTC, Kamis (1/11) - Image

Distribusi air bersih dari Polres Malang melalui Polsek Donomulyo, bekerjasama dengan DTC, Kamis (1/11)

JawaPos.com- Puluhan warga di Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang antre di depan rumah mereka, Kamis (1/11). Warga yang didominasi perempuan ini menantikan distribusi air bersih gratis yang dilakukan oleh Polsek Donomulyo, Polres Malang dan komunitas Donomulyo Trail Community (DTC).


Beragam wadah air dikeluarkan oleh warga. Mulai dari tong besar, bak mandi, aneka kaleng hingga panci besar. Warga juga mengenakan topi lebar untuk menangkal teriknya sinar matahari.


Usai air penuh dari tong besar, kemudian dipindahkan ke ember-ember kecil yang sudah disiapkan. Baru kemudian diangkut dengan sedikit berlari ke rumah mereka masing-masing.


Kapolsek Donomulyo Kompol Sardikan menjelaskan, mereka mendistribusikan satu tangki air bersih dengan kapasitas 4 ribu liter. Ketika kekeringan, Polsek Donomulyo memang kerap membantu warga dengan pendistribusian air bersih gratis.


Lokasi pemberian air bersih gratis juga tidak hanya satu titik. Melainkan di beberapa desa. Daerah yang diberi air bersih dilihat dari tingkat kekeringan.


"Hari ini ada dua desa. Di Purwodadi dan Sumberoto," kata Sardikan, di lokasi pemberian air bersih.


Sardikan menambahkan, setiap kegiatan distribusi air bersih, mereka kerap dibantu oleh DTC. Tujuannya, untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih. Pasalnya, jika tidak ada bantuan air, mereka harus membeli.


"Kalau beli mahal, satu tangki dengan kapasitas 1.000 liter dihargai Rp 50 ribu hingga Rp 65 ribu," imbuh Sardikan lagi.


Sementara itu, Ketua DTC Teguh Sujianto menjelaskan, mereka sudah melakukan aksi bakti sosial pemberian air bersih ini sejak tahun 2015. Sasarannya memang di wilayah Donomulyo.


"Tapi kami lihat dulu mana yang paling kekeringan. Karena di tempat kami ini, selalu terjadi kekeringan apalagi jika kemarau panjang seperti sekarang," kata dia didampingi anggota DTC, Mashudi alias Sinyo.


Teguh jelaskan, sehari mereka bisa sampai mendistribusikan 10 tangki air bersih dengan kapasitas sekitar 4.000 liter. Air bersih itu dibagikan secara cuma-cuma ke warga.


Pembagian air bersih yang mereka lakukan bahkan bisa dibilang tidak mengenal waktu. Ini karena, bisa sampai 24 jam dengan lokasi yang berbeda.


Para anggota DTC bahkan hingga rela tidur di lokasi pengisian air bersih yang umumnya berada di tengah hutan atau dekat sumber. Mereka mendirikan tenda untuk tempat istirahat.


Lantas, darimana biaya yang mereka butuhkan untuk kegiatan sosial ini? Teguh tegaskan, DTC menggunakan dana mandiri dari komunitas. "Kami pakai dana sendiri, mobil tangki pinjam dari polisi. Kasihan warga jika tidak dibantu air. Di sini air kesulitan sekali," tegas dia.

Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore