
Ilustrasi
JawaPos.com – Pemprov Jabar berencana akan mengembangkan dan memanfaatkan keberdaan Pelabuhan Cirebon dan Bandara Cakrabuana. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan daerah. Atas rencana itu, Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) telah melakukan pembahasan mengenai peruntukkan Tata Ruang dan Tata Wilayah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Deddy Taufik mengatakan, Pelabuhan Cirebon dalam pengembangannya sebetulnya sudah masuk dalam Rencana Induk Kepelabuhan dan Rencana Tata Ruang Pulau Jawa-Bali.
”Pelabuhan Cirebon atau nama lainnya Pelabuhan Arjuna masuk dalam Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional dengan tujuan dibentuk sebagai Pelabuhan Pengumpul Regional tapi fungsinya berbeda dengan pelabuhan Patimban yang menjadi pelabuhan utama atau Pelabuhan Internasional,” papar Dedi pada paparannya dalam rapat BKPRD, kemarin (30/12).
Dia memerinci, dasar dari pengembangan pelabuhan ini sudah dijajaki kerjasama dengan PT Pelindo II dan Pemprov Jabar. Agar dalam pengembangannya, memiliki konektivitas dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).
Dedi menuturkan, rencana ini sebetulnya sudah ada dalam Perda RTRW Provinsi yaitu Perda 22 Tahun 2010 pasal 56 tentang peningkatan kapasitas Pelabuhan Nasional Arjuna dengan pemanfaatan untuk tatanan transportasi.
Untuk itu, pihaknya sudah memasukan pada rencana pengembangan transportasi laut penumpang antar pulau dan pengembangan angkutan laut untuk transportasi pelayanan domestik.
Dedi mengakui saat ini Pelabuhan Cirebon masih didominasi pada angkutan batubara, termasuk di dalamnya untuk bongkar muat. Namun, sesuai arahan dari Kementerian Perhubungan, Pelabuhan Cirebon ini bisa dimanfaatkan untuk sektor lain.
Untuk dukungan dari Wali Kota Cirebon juga telah diberikan sehingga untuk proses selalnjutnya akan dipenuhi persyaratan teknis termasuk Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan persyaratan lainnya. ”Jadi saya harapkan di tahun berikutnya sudah ada proses-proses pelaksanaan sesuai tepat waktu,” ungkapnya.
Sedangkan untuk Pengembangan Bandara Cakrabuana, lanjut Dedi, pihaknya sudah membahasnya bersama tim BPKRD untuk pengembangan dan pemanfaatnya.
Dedi memaparkan, untuk Bandara Cakrabuana yang terletak di Kecamatan Penggung ini sudah ada 15 sekolah penerbangan. Ssehingga untuk pemanfaatnya dan pengembangannya (master plan) akan dipegang oleh Kementerian Perhubungan.
”Saya harap tahun depan sudah ada pembangunan overlay runway. Dengan kata lain, perlu rekomendasi dari bapak gubernur,” kata dia.
Selain itu, Bandara Cakrabuana juga akan dijadikan pusat penyebaran tersier yang akan diarahkan pada penerbangan pemantapan bandara udara dengan existing runway sepanjang 800 meter. (yan/rie/yuz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
