Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Agustus 2023 | 21.52 WIB

Atasi Kasus Kelaparan di Puncak Papua Tengah, Pemerintah Bagikan 38,5 Ton Bantuan

KORBAN KRISIS PANGAN: Warga Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, menunggu bantuan dari pemerintah. - Image

KORBAN KRISIS PANGAN: Warga Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, menunggu bantuan dari pemerintah.

JawaPos.com - Kasus kelaparan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menewaskan enam orang. Pemerintah pusat akhirnya melakukan intervensi. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut, saat ini bantuan pangan yang disalurkan pemerintah telah tiba di Bandara Agandugume. Selanjutnya, bantuan itu akan dibagikan kepada masyarakat di Distrik Agandugume, Lambewi, dan Oneri.

Sejauh ini, total bantuan logistik dan peralatan yang telah didistribusikan mencapai 38,5 ton. Bantuan tersebut berupa beras, makanan siap saji, rendang kemasan, susu protein, dan sembako. Selain itu, ada tenda pengungsi, genset, tenda gulung, matras, kasur lipat, pakaian dewasa dan anak, serta selimut.

Muhadjir menjelaskan, terdapat beberapa kendala dalam pendistribusian bantuan. Di antaranya, cuaca yang sangat ekstrem, sulitnya akses, biaya pendistribusian yang sangat tinggi, serta terbatasnya sarana dan prasarana yang memadai. Kendala lainnya adalah faktor keamanan. Sebab, Agandugume belum memiliki polsek maupun koramil sehingga maskapai penerbangan tidak berani untuk landingdi sana.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika menyalurkan bantuan bahan pokok berupa sembako. ’’Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara kita yang terkena musibah,’’ ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M. Kristi Endah Murni kemarin (6/8).

Pesawat yang mengangkut bantuan mendarat di lapter Agandugume.

Kristi menerangkan, bantuan seberat 500 kg dikirim dari Bandara Mozes Kilangin ke Bandara Sinak, lanjut ke Lapter Agandugume dengan menggunakan pesawat milik PT Smart Cakrawala Aviation.

Bencana kekeringan di Kabupaten Puncak, lanjut Kristi, terjadi akibat turunnya embun dingin (frost) yang mengakibatkan seluruh tanaman pangan seperti keladi dan ubi jalar menjadi kering hingga busuk.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memastikan bahwa pemerintah terus mendukung upaya penanganan darurat bencana yang telah berdampak kepada 7.500 jiwa itu. Dia menjamin seluruh kebutuhan logistik akan dipenuhi untuk meringankan beban warga terdampak. (lyn/gih/c6/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore