Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Oktober 2019 | 22.42 WIB

Bobol Tembok, Pencurian Gasak Uang Rp 100 Juta Hasil Penjualan Sapi

BOLONG: Dinding kamar rumah korban Misjoko, 50, yang diduga dilubangi oleh pelaku pencurian. Inset, tas cokelat tempat Misjoko menyimpan uang yang dibuang oleh pelaku di dekat rumah korban. (Muhammad Rosyidi/ Jawa Pos Radar Bromo) - Image

BOLONG: Dinding kamar rumah korban Misjoko, 50, yang diduga dilubangi oleh pelaku pencurian. Inset, tas cokelat tempat Misjoko menyimpan uang yang dibuang oleh pelaku di dekat rumah korban. (Muhammad Rosyidi/ Jawa Pos Radar Bromo)

JawaPos.com - Misjoko, 50, warga Desa Pasembon, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, hanya bisa pasrah. Uang miliknya senilai Rp 100 juta lenyap digondol maling. Uang yang disimpan di dalam tas di kamarnya raib. Kamarnya dijebol pencuri, Rabu (9/10) dini hari.

Korban sendiri langsung melapor ke Polsek Kotaanyar begitu mengetahui rumahnya dibobol maling. Dia melapor pagi sekitar pukul 09.00. Kini, dia dan keluarganya menyerahkan masalah itu kepada pihak kepolisian.

Perlahan, korban menceritakan pencurian itu saat ditemui di rumahnya, Rabu (9/10) siang. Menurutnya, pencuri diperkirakan masuk rumahnya sekitar pukul 02.00.

Sebab, pada pukul 01.00 ia masih terjaga. Tidak lama kemudian, ia masuk kamar beserta Niti, istrinya untuk tidur. “Kami tidur nyenyak. Tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kayaknya, kejadiannya ya saat kami tidur itu,” ujarnya.

Rabu pagi, korban seperti biasa bangun untuk salat Subuh. Saat itulah dia melihat kondisi rumahnya berantakan. Namun, korban belum sadar sepenuhnya.

Korban lantas ke kamar mandi, melewati pintu belakang. Saat sampai di pintu belakang, dia melihat pintu belakang sudah terbuka. Padahal, orang seisi rumah belum bangun. Saat itulah korban sadar maling telah masuk rumahnya. “Saya baru tahu rumah saya dibobol maling ya pas bangun untuk salat Subuh itu,” katanya seperti dikutip Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (10/10)

Sadar dimaling, korban langsung teringat uangnya. Ya, korban memang baru menjual delapan ekor sapinya. Dari hasil penjualan itu, dia mendapat uang Rp 100 juta. Uang itu lantas disimpan di lemari. Lemari itu sendiri ada di kamar lain yang tidak ditempati.

Saat akan tidur pada malam harinya, korban sebenarnya sudah mengunci kamar itu. Namun, tetap saja dia khawatir uangnya lenyap dimaling.

Dan kekhawatirannya pun menjadi nyata. Saat hendak masuk ke kamar tempat menyimpan uang, pintu kamar itu sudah terbuka. Lalu, lemari tempat menyimpan uang juga terbuka.

Tidak hanya itu, salah satu dinding kamar tempat dia menyimpan uang itu bolong. Diduga, maling menjebol dinding kamar tersebut. “Uang itu hasil saya menjual delapan ekor sapi. Semuanya hilang sudah,” katanya.

Korban lantas dengan cepat memeriksa seluruh rumahnya. Selain uang, dua buah selular korban juga hilang. Selular itu, menurut korban, diletakkan di ruang tamu rumahnya.

Selain memeriksa rumahnya, korban juga memeriksa kondisi di sekitar rumahnya. Tidak jauh dari kamar yang dindingnya dijebol, korban menemukan tas cokelat miliknya.

Tas cokelat itulah yang dipakainya untuk menyimpan uang. Rupanya, maling membuang tas setelah mengambil uang di dalamnya.

Sementara itu, Kapolsek Kotaanyar AKP Noer Choiri membenarkan pencurian tersebut. Menurutnya, pihaknya telah mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi-saksi.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore