Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 September 2019 | 21.19 WIB

Babi dan Monyet Serang Lahan Warga Wanayasa Banjarnegara

BERBURU:Pemburu babi hutan berhasil mendapatkan buruanya beberapa waktu lalu. Banyaknya serangan babi hutan dan juga monyet membuat warga Wanayasa resah. (Darno/Radar Banyumas/JPG) - Image

BERBURU:Pemburu babi hutan berhasil mendapatkan buruanya beberapa waktu lalu. Banyaknya serangan babi hutan dan juga monyet membuat warga Wanayasa resah. (Darno/Radar Banyumas/JPG)

JawaPos.com - Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Kecamatan Wanayasa tengah dihebohkan serangan babi hutan dan kawaan monyet. Serangan hama ke lahan milik petani di Wanayasa telah menyebabkan kerugian petani. Tidak hanya babi hutan yang merusak tanaman milik petani. Sebulan terakhir, kawanan monyet juga turun untuk mencari makan. Jumlahnya juga tidak sedikit, mencapai ratusan ekor.

Perangkat Desa Dawuhan Kecamatan Wanayasa Supriyanto mengatakan sejak sebulan terakhir, serangan hama meningkat. “Bukan hanya babi hutan. Kalau babi hutan, kawananannya paling enam sampai tujuh ekor. Sejak sebulanan terakhir, ratusan monyet turun ke ladang,” kata dia seperti dikutip Radar Banyumas (Jawa Pos Group), Jumat (20/9).

Supriyanto mengatakan kerusakan akibat serangan hama ini mencapai puluhan hektar. Sebab tidak hanya menyerang lahan di Desa Dawuhan saja. Namun di desa-desa lain di Kecamatan Wanayasa.

Dia mengatakan kawanan monyet ini merupakan penghuni Gunung Gajah. Jaraknya hanya satu kilometer dengan lahan milik petani. “Kalau pagi sampai jam 10 an, turun ke ladang dan merusak tanaman jagung, ketela dan tanaman lainnya,” kata dia. Sedangkan babi hutan biasanya menyerang pada malam hari.

Jumlah monyet yang mencapai ratusan, membuat petani takut. Apalagi petani wanita yang sedang berada di ladang. “Sejauh ini belum ada warga yang diserang. Tapi membuat petani takut, sebab jumlahnya banyak dan saat turun ke ladang suaranya saling bersahutan,” kata dia.

Untuk mengurangi serangan baik babi hutan maupun monyet, dilakukan perburuan secara tradisional menggunakan anjing. “Untuk babi hutan efektif diburu menggunakan anjing, namun untuk monyet juga harus pakai senapan. Sebab bisa manjat pohon, sedangkan anjingnya tidak,” ujarnya. Baik babi hutan maupun monyet yang diburu ini, dagingnya dijadikan pakan anjing pemburu.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore