
Penanganan korban meninggal dunia akibat tanah longsor Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. (SAR Semarang/Antara)
JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara melaporkan 27 warga masih dalam pencarian pasca longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Minggu (16/11) siang.
”Berdasar pembaruan data per pukul 11.23 WIB, tercatat sebanyak 876 jiwa yang mengungsi dan 27 orang diduga hilang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara Raib Sekhudin seperti dilansir dari Antara, Senin (17/11) siang.
Dia mengatakan, tanah longsor tersebut mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Yakni Lewih, 40, meninggalsaat menjalani perawatan di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara dan satu korban atas nama Esiah, 22, ditemukan meninggal dunia tertimbun material longsoran di lokasi kejadian pada pukul 07.40 WIB.
”Selain itu, 41 orang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan setelah menyelamatkan diri ke hutan saat bencana tersebut terjadi,” terang Raib Sekhudin.
”Berdasar pendataan sementara terdapat 30 rumah terdampak, sedangkan pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni yakni Kantor Kecamatan Pandanarum, Gedung Haji Pringamba, dan GOR Desa Beji,” ungkap dia.
Raib Sekhudin menjelaskan, operasi pencarian terhadap warga yang diduga hilang melibatkan personel BPBD Banjarnegara, TNI, Polri, sukarelawan, dan unsur SAR lainnya. Selain itu, pendataan kerusakan, asesmen kebutuhan, serta pelayanan di pos lapangan terus dilaksanakan.
”Dapur umum, tenda darurat, dan fasilitas logistik telah disiapkan di Kantor Kecamatan Pandanarum untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi,” tutur Raib.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati Nomor 300.2/871/TAHUN 2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana di Banjarnegara yang telah ditetapkan sebelumnya.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjarnegara terkait penanganan bencana tanah longsor Pandanarum di Kantor Kecamatan Pandanarum pada Minggu (16/11) malam.
”Kami sudah melakukan rapat dengan forkopimda untuk menetapkan status tanggap darurat bencana untuk longsor Pandanarum ini. Masa tanggap bencana berlaku selama 14 hari,” papar Amalia Desiana.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menyatakan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban lain di lokasi longsor tersebut. Petugas juga berupaya membuka akses jalan menuju desa yang ikut tertimpa material longsoran. Kondisi tersebut, mengakibatkan akses alat berat menuju lokasi sulit dilalui.
”Kondisi medan cukup menyulitkan karena material longsor tebal dan cuaca masih tidak stabil. Petugas juga masih memantau kondisi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi longsor susulan,” ucap Budiono.
Tanah longsor melanda Desa Pandanarum diduga dipicu curah hujan cukup tinggi yang mengguyur wilayah perbukitan selama beberapa jam.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
