
Bunga Tabebuya bermekaran di sepanjang Jalan A Yani Surabaya.
JawaPos.com - Bunga Tabebuya sempat bermekaran di jalan-jalan protokol di Surabaya beberapa hari lalu. Keindahannya yang mirip bunga Sakura asal Jepang memberikan pemandangan tersendiri bagi masyarakat Kota Pahlawan.
Segelintir warga Surabaya bertanya-tanya apakah pohon hias tersebut dapat ditanam dan dipelihara di rumah. Secara teori, pohon tersebut memang dapat ditanam di rumah. Ada cara untuk menanam dan merawatnya.
Kabid Ruang Terbuka Hijau dan PJU Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Hendri Setianto mengatakan, siapa pun boleh menanam pohon Tabebuya. Pohon tersebut bukan tergolong spesies tanaman yang dilindungi.
Ada beberapa yang yang perlu diperhatikan jika warga ingin menanam Tabebuya. Pertama, pilih bibit tanaman yang tingginya lebih dari 1 meter dengan diameter batang 4 cm. "Biar tumbuhnya lebih cepat dan berbunga. Sehingga (lebih cepat) dapat dinikmati," kata Hendri kepada JawaPos.com, Sabtu (1/12).
Kedua, soal ukuran lahan. Hendri tidak menjelaskan berapa ukuran lahan yang perlu disiapkan untuk menanam pohon Tabebuya. Dia hanya mengingatkan agar menyediakan jarak sekitar 4 meter jika ingin menanan lebih dari satu pohon.
Terakhir soal perawatan atau pemeliharaan sehari-hari. Perawatannya cukup mudah. Tabebuya hanya perlu diberi pupuk kompos atau NPK dan penyiraman secara rutin. "Media tanam tanah harus gembur dan subur. Untuk itu, tanah perlu ditambahi kompos," jelas Hendri.
Tabebuya merupakan tanaman dengan biji generatif. Pohon mulai berbunga setelah berusia 4 tahun. Sama seperti Tabebuya yang ditanam di beberapa jalan protokol di Surabaya.
Masa berbunganya hanya setahun sekali. Jadi kapan saja tanaman asal Amazon tersebut ditanam, hanya pada Oktober dan November akan berbunga. "Tabebuya yang ditanam di Surabaya sudah berumur 4 tahun. Biasanya berdiameter 8 hingga 10 cm. Supaya setelah ditanam dapat tumbuh cepat dan bisa berbunga," paparnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
