Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 April 2019 | 18.18 WIB

Pesawat dari Tiongkok Mendarat Perdana

Yogyakarta Internasional Airport (YIA) ketika sebelum diresmikan. Kini Bandara Jogja itu disiapkan tugas untuk selter kalau terjadi tsunami. (Hanung Hambara Jawa Pos) - Image

Yogyakarta Internasional Airport (YIA) ketika sebelum diresmikan. Kini Bandara Jogja itu disiapkan tugas untuk selter kalau terjadi tsunami. (Hanung Hambara Jawa Pos)

JawaPos.com - Yogyakarta International Airport (sebelumnya ditulis New Yogyakarta International Airport/NYIA) mulai beroperasi pada 29 April nanti. Rencananya, pesawat yang terbang dari Tiongkok adalah yang mendarat perdana di bandara tersebut.

Pembangunan bandara itu juga terus berkelanjutan. Beberapa fasilitas akan dirampungkan. Yang terutama kini dikebut adalah pengerjaan fasilitas koneksi antarmoda dan pembangunan sarana di sekitarnya.

Bandara yang berlokasi di Kulonprogo tersebut berbatasan dengan Purworejo, Jawa Tengah. Jarak tempuh dari pusat kota Jogjakarta ke bandara sekitar 44 kilometer atau 1 jam perjalanan.

PT Angkasa Pura (AP) I sudah menjalin kerja sama dengan beberapa operator angkutan darat di Jogjakarta. Tujuannya ialah memudahkan mobilitas penumpang dari dan ke bandara. "Kami telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan DIJ dan operator angkutan darat di Provinsi DIJ," ujar Direktur Utama AP I Faik Fahmi.

Photo

Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang. Rencananya pesawat yang pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang dari Tiongkok. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

Beberapa operator, menurut Faik, sudah siap mendukung mobilitas penumpang. Di antaranya Perum Damri, PT Keren Transindo Sejahtera sebagai operator SatelQu, taksi Primkopau II, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

PT KAI juga sudah menyiapkan rute khusus. Penumpang bisa berangkat ke bandara dengan kereta api melalui Stasiun Wojo di Purworejo. Letaknya 6 km dari bandara. Dari bandara, penumpang pesawat bisa naik bus Damri yang melintas setiap 10 menit.

Faik menambahkan, dukungan dari berbagai moda angkutan darat bisa mempermudah calon penumpang. "Hal ini juga sebagai perwujudan sinergi dan konektivitas transportasi di DIJ," katanya.

Photo

Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang. Rencananya pesawat yang pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang dari Tiongkok. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

Bukan hanya transportasi, Pemkab Kulonprogo juga menyiapkan rencana tata kota. Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya telah merencanakan membangun kota sekitar bandara dengan konsep aeropolis. "Ada pusat ekonomi yang lokasinya dekat bandara," ucapnya.

Hasto juga menyebutkan bakal memindahkan kantor pemerintahan untuk menata Kulonprogo lebih lanjut. Sekarang kantor pemerintahan Pemkab Kulonprogo ada di wilayah Wates. Ke depan, akan dibangun perkantoran di Kecamatan Pengasih yang berada di sisi utara.

Photo

Photo

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore