
MASIH DISELIDIKI: Polsek Sepaku masih menyelidiki identitas dan penyebab kematian Mr X. (Balikpapan Pos/JPG)
JawaPos.com - Memasuki hari ketujuh, identitas kerangka manusia yang ditemukan di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur belum terungkap. Kapolsek Sepaku Iptu Sarikun mengatakan, butuh waktu yang tidak singkat untuk mengungkap identitas korban, karena tidak ditemukan satupun identitas di lokasi penemuan.
"Masih proses lidik, identitasnya belum terungkap," kata Sarikun dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Rabu (24/4).
Penyidik Polsek Sepaku pun telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang menemukan kerangka manusia tersebut. "Kami sudah minta keterangan saksi yang menemukan kerangka itu," bebernya.
Sarikun mengungkapkan, pihaknya juga belum menerima laporan secara resmi dari warga Telemow dan sekitarnya yang kehilangan sanak saudara. "Ada informasi dari mulut ke mulut kalau ada warga yang kehilangan keluarga. Tapi, itu hanya desas-desus di masyarakat dan belum ada yang laporan ke Polsek," ujarnya.
Polsek Sepaku berharap kepada warga yang kehilangan keluarga untuk segera melapor. "Kami mengimbau masyarakat yang kehilangan kerabat segera lapor ke polisi," imbuhnya.
Sebelumnya, warga Desa Telemow di Kecamatan Sepaku, PPU, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kebun pada Senin (15/4) sore. Tulang belulang manusia tersebut pertama kali ditemukan warga setempat, Sutrisno, 32, saat perjalanan pulang dari berkebun, yakni di RT 1 Desa Telemow.
Ketika sampai di rumahnya, Sutrisno pun menceritakan penemuan kerangka manusia tersebut kepada istrinya. Sang istri menyarankan agar melaporkan kepada ketua RT. Namun, saat itu ketua RT sedang tidak berada di rumahnya.
Sutrisno lantas mengajak temannya bernama Roji untuk memastikan tulang berserakan tersebut merupakan kerangka manusia. Mereka lalu menghubungi kepala dusun, supaya segera melaporkan temuan kerangka manusia tersebut kepada kepolisian.
Di tempat kejadian, selain tulang belulang, kepolisian juga menemukan barang bukti berupa celana dalam warna biru, celana jeans pendek, baju lengan pendek warna putih. Barang bukti ini diduga pakaian yang dikenakan korban sebelum meninggal.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
