Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 April 2019 | 04.36 WIB

Diduga Gara-gara APK, Petugas Panwaslu Sentolo Dibogem Oknum Peserta Kampanye

Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono (tengah). Ridho Hidayat/JawaPos.com - Image

Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono (tengah). Ridho Hidayat/JawaPos.com

JawaPos.com – Insiden terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kembali terjadi di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Kali ini menimpa petugas Panwaslu Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo yang bernama Janarta.

Dari informasi yang didapatkan, petugas Panwaslu Desa Sentolo tersebut diduga menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan saat kampanye terbuka pendukung Capres 01 di Alun-alun Wates Kabupaten Kulon Progo, Minggu (7/4) kemarin.

Menanggapi hal itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) akan menempuh jalur hukum. "Ya, kami besok pagi (Rabu, 10/4) rencana akan melaporkan ke Polres," kata Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono kepada JawaPos.com, Selasa (9/4).

Seperti yang diketahui sebelumnya, pada Minggu (7/4) kemarin, terdapat kegiatan kampanye rapat umum dan bakti sosial kesehatan oleh tim kampanye DIJ pasangan Capres-cawapres nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Saat kegiatan selesai terjadi beberapa insiden.

ILUSTRASI: Kasus Penganiayaan (dok. JawaPos.com)

Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono (tengah). Ridho Hidayat/JawaPos.com

Bagus Sarwono mengungkapkan, insiden kerusuhan terjadi di sekitar Jembatan Bantar, yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Kulon Progo dengan Bantul. Bermula adanya pencabutan dan perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) yang diduga dilakukan oleh peserta kampanye ketika perjalanan pulang.

Pencabutan APK itu menimbulkan kericuhan dan suasana yang tidak kondusif, antara oknum peserta kampanye 01 dengan pemilik APK yang notabene pendukung 02. Di tengah situasi tersebut, Panwaslu Desa Sentolo mencoba melerai kedua belah pihak yang bertikai dengan memperkenalkan diri sebagai Pengawas Pemilu dan menunjukkan Kartu Identitasnya.

Panwaslu Desa Sentolo, imbuhnya, juga menyampaikan agar kedua belah pihak tetap menjaga kondusifitas. Namun secara tiba-tiba, para oknum peserta kampanye 01 tersebut justru mulai melempari batu ke arah Panwaslu Desa Sentolo.

Saat ingin menyelamatkan diri, petugas Panwaslu itu menerima pukulan di belakang kepala. "Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah kekerasan, penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami oleh Panwaslu Desa Sentolo," katanya.

Pihaknya juga berkomitmen akan memberikan perlindungan hukum serta jaminan keamanan kepada jajaran Pengawas Pemilu yang sedang menjalankan tugas dan kewenangan. "Kami juga mengimbau kepada seluruh peserta Pemilu, tim atau pelaksana kampanye, dan seluruh masyarakat DIJ untuk terus menjaga kondusivitas dan persaudaraan dalam menghadapi Pemilu," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) untuk pemenangan Capres 01, Bambang Praswanto belum dapat dimintai tanggapan terkait adanya dugaan aksi pengeroyokan tersebut. Sewaktu JawaPos.com mencoba mengkonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (9/4) malam, belum juga direspons.

Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono (tengah). Ridho Hidayat/JawaPos.com

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore