
Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono (tengah). Ridho Hidayat/JawaPos.com
JawaPos.com – Insiden terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kembali terjadi di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Kali ini menimpa petugas Panwaslu Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo yang bernama Janarta.
Dari informasi yang didapatkan, petugas Panwaslu Desa Sentolo tersebut diduga menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan saat kampanye terbuka pendukung Capres 01 di Alun-alun Wates Kabupaten Kulon Progo, Minggu (7/4) kemarin.
Menanggapi hal itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) akan menempuh jalur hukum. "Ya, kami besok pagi (Rabu, 10/4) rencana akan melaporkan ke Polres," kata Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono kepada JawaPos.com, Selasa (9/4).
Seperti yang diketahui sebelumnya, pada Minggu (7/4) kemarin, terdapat kegiatan kampanye rapat umum dan bakti sosial kesehatan oleh tim kampanye DIJ pasangan Capres-cawapres nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Saat kegiatan selesai terjadi beberapa insiden.
ILUSTRASI: Kasus Penganiayaan (dok. JawaPos.com)
Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono (tengah). Ridho Hidayat/JawaPos.com
Bagus Sarwono mengungkapkan, insiden kerusuhan terjadi di sekitar Jembatan Bantar, yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Kulon Progo dengan Bantul. Bermula adanya pencabutan dan perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) yang diduga dilakukan oleh peserta kampanye ketika perjalanan pulang.
Pencabutan APK itu menimbulkan kericuhan dan suasana yang tidak kondusif, antara oknum peserta kampanye 01 dengan pemilik APK yang notabene pendukung 02. Di tengah situasi tersebut, Panwaslu Desa Sentolo mencoba melerai kedua belah pihak yang bertikai dengan memperkenalkan diri sebagai Pengawas Pemilu dan menunjukkan Kartu Identitasnya.
Panwaslu Desa Sentolo, imbuhnya, juga menyampaikan agar kedua belah pihak tetap menjaga kondusifitas. Namun secara tiba-tiba, para oknum peserta kampanye 01 tersebut justru mulai melempari batu ke arah Panwaslu Desa Sentolo.
Saat ingin menyelamatkan diri, petugas Panwaslu itu menerima pukulan di belakang kepala. "Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah kekerasan, penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami oleh Panwaslu Desa Sentolo," katanya.
Pihaknya juga berkomitmen akan memberikan perlindungan hukum serta jaminan keamanan kepada jajaran Pengawas Pemilu yang sedang menjalankan tugas dan kewenangan. "Kami juga mengimbau kepada seluruh peserta Pemilu, tim atau pelaksana kampanye, dan seluruh masyarakat DIJ untuk terus menjaga kondusivitas dan persaudaraan dalam menghadapi Pemilu," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) untuk pemenangan Capres 01, Bambang Praswanto belum dapat dimintai tanggapan terkait adanya dugaan aksi pengeroyokan tersebut. Sewaktu JawaPos.com mencoba mengkonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (9/4) malam, belum juga direspons.
Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono (tengah). Ridho Hidayat/JawaPos.com

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
