
ILUSTRASI orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
JawaPos.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, Kalimantan Tengah, siap melayani pasien yang mengalami gangguan jiwa termasuk calon anggota legislatif (caleg) yang kalah dalam pileg 2019.
"Kami tidak menunggu momen pemilu atau momen apapun, pokoknya kalau ada pasien yang mengalami gangguan depresi yang membutuhkan layanan rawat inap, ya kita siap selalu," kata dokter spesialis kejiwaan Moch Choirul Waro dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Kamis (21/3).
Choirul mengatakan, RSUD dr Murjani telah membuka layanan poli jiwa setiap 08.00-14.00 WIB dan memiliki ruang rawat inap khusus untuk pasien yang mengalami gangguan jiwa.
Pada hari normal, kunjungan di poli jiwa berkisar 10-25 pasien per hari. Ketika ada momen tertentu seperti pencalonan kades, caleg, dan penerimaan polisi, jumlah kunjungan melonjak 50-100 per hari.
"Kalau lonjakan pasien sudah sampai 50-100 maka akan dilayani oleh dua dokter sekaligus per hari. Tetapi kalau pada hari biasa, kita selang seling. Hari ini dr Dwi Harjo di Poli Jiwa, nanti saya jaga di bangsal. Begitu juga sebaliknya," kata Choirul.
Ruang Teratai khusus untuk ruang rawat inap dapat menampung untuk 20 pasien dengan pelayanan rawat inap maksimal dua minggu tergantung perkembangan tingkat kesembuhan.
"Kalau memang ada lonjakan pasien melebihi 20 pasien biasanya kita akan rujuk pasien ke Palangka Raya atau Banjarmasin untuk perawatan lebih lanjut di sana," ujarnya.
Lebih lanjut, Choirul menjelaskan gangguan jiwa memiliki berbagai tingkatan (spektrum); ringan, sedang, dan berat. Hal itu tergantung mekanisme pertahanan dalam jiwanya.
"Misalnya ada caleg yang gagal tetapi dia bisa beradaptasi dan menerima kenyataan dengan lapang, maka bisa lebih cepat untuk sembuh dan beraktivitas seperti biasa," ujarnya.
Menurutnya, depresi sebenarnya dapat dialami oleh semua orang karena depresi terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Namun ada pula pasien yang memiliki mekanisme pertahanan jiwa yang lemah atau kurang bagus dan terlalu membawa perasaan hingga memberatkan pikirannya, hal ini dapat berkemungkinan rentan mengalami gangguan jiwa.
"Ada juga yang mekanisme pertahanan jiwanya kurang bagus misalkan dia sudah menghabiskan dana puluhan juta sampai mengorbankan harta dan pekerjaannya sehingga stresornya cukup berat dan kemungkinan akan mempengaruhi pertahanan jiwanya dan bisa rentan mengalami gangguan jiwa," katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
