Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Maret 2019 | 18.45 WIB

Teror Bom Sibolga, Densus Amankan 30 Kg Bahan Peledak

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Prayugo/Dok.JawaPos.com) - Image

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Prayugo/Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam usai ledakan kedua di Jalan Cendrawasih, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Rabu dini hari (13/3). Istri terduga pelaku peledakan nekat meledakkan diri bersama anaknya setelah upaya negosiasi semalam suntuk gagal.

Sebelumnya Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap AH di kawasan itu. Densus juga menggeledah satu unit rumah di Jalan Kutilang, Kelurahan Habil, Kota Sibolga, Selasa (12/3). Rumah tersebut diketahui milik warga bermarga Simanjuntak. Warga juga menyebut, Simanjuntak adalah mertua dari AH.

Dari dalam rumah, tim dikabarkan mengamankan bahan peledak. Warga yang melihat juga tak menyangka. Mereka kaget karena rumah itu tiba-tiba digerebek.

"Tiba-tiba banyak polisi. Kami pun bingung," ujar warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Saat ditanya warga, bahan peledak yang diamankan beratnya 30 kg. Pemilik rumah juga tidak mengetahui kenapa ada bahan peledak di dalam rumahnya.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo juga membenarkan soal bahan peledak yang diamankan. Bahan peledak yang didapat itu sama dengan yang disita di Lampung, milik tersangka Rin. Jumlahnya juga lebih banyak.

"Di Sibolga ada yang sudah terakit atau pun belum terakit," ujar Dedi di Kota Medan, Rabu (13/3).

Bom itu dirakit dari potasium, pipa paralon, paku, mur, dan baut. Biasa disebut dengan bom lontong. Daya ledaknya juga tergolong besar.

"Sasarannya aparat keamanan. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemilu," ujarnya.

Dari tiga orang yang sudah diamankan masih terkait dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Polisi sudah menjejaki jaringan ini sejak 20 tahun silam.

"Masyarakat kita harus tetap tenang. Percayakan pada aparat keamanan," pungkasnya.

Tim di lapangan masih menunggu hasil penyelidikan dari tim Laboratorium Forensik dan Inafis untuk mengetahui identitas korban yang meledakkan diri. Namun tim belum bisa masuk ke lokasi. Sebab mereka menduga masih ada bom aktif yang tersisa.

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore