
Pembangunan akses jalan menuju Bandara Bunti Kuni, Kabupaten Toraja.
JawaPos.com- Pemporv Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menggenjot penyelesaian pembangunan Bandara Bunti Kuni, di Kabupaten Tana Toraja. Jika sudah beroperasi, bandara tersebut diharapkan bisa memacu pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Toraja punya potensi cukup bagus dan masih banyak yang perlu digali untuk dikembangkan. Terutama tentang wisata yang tidak kalah bagusnya dengan lokasi-lokasi lain," jelas Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Sabtu (9/3).
Selama ini akses transportasi menuju Toraja jadi kendala bagi turis, terutama mereka yang berasal dari luar negeri. Oleh sebab itu, Bandara Buntu Kuni disiapkan sebagai pengganti Bandara Pongtiku di Toraja yang sulit dikembangkan karena aspek geologi tidak memadai.
Bandara akan memudahkan akses dari dan menuju Toraja. Selama ini, wisatawan kerap menggunakan jalur darat. Mereka biasanya mendarat di Makassar lalu melanjutkan perjalanan ke Toraja. Perjalanan itu begitu meletihkan, kurang lebih memakan waktu 8 jam.
Proyek Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI ini rencananya rampung akhir tahun nanti.
"Kalau bandara ini bisa segera beroperasi, Pemprov Sulsel akan coba penerbangan direct call port atau langsung ke Toraja. Kalau bisa nanti Bali-Toraja atau Jakarta-Toraja, asalkan pesawat Boeing sudah bisa mendarat," jelas Sudirman.
Sudirman sendiri, telah meninjau tahap awal proyek pembangunan akses jalan menuju ke bandara, Jumat (8/3). Jalan tersebut akan menghubungkan jalan nasional Makale, Ibu Kota Tana Toraja, dengan Rantepao, Ibu Kota Toraja Utara. Sudirman menyatakan, telah menggelontorkan bantuan dana kepada pemerintah setempat untuk membangun jalan dan infrastruktur penunjang pariwisata.
Khusus jalan, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 12 miliar. Sedangkan masing-masing daerah diberi bantuan untuk pembangunan berbagai infrastruktur, yakni Rp 44,7 miliar untuk Tana Toraja, dan Rp 40 miliar untuk Toraja Utara. "Ini adalah bentuk perhatian Pemprov Sulsel terhadap Tana Toraja," ucapnya.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara Pongtiku (UPBU) Jafriadi menyebutkan, pada tahap awal, bandara akan dibangun runway sepanjang 1.600 meter. Pada tahap kedua, akan ditambah hingga total panjang 1.950 meter.
Berdasarkan kondisi di lapangan, panjang landasan bisa mencapai 2.000 meter. Sebab total panjang lahan yang dibebaskan sepanjang 2.500 meter untuk tiga tahap pembangunan. "Dengan demikian, bandara bisa menampung pesawat di atas tipe ATR. Artinya jenis Boeing bisa mendarat. Di landasan 1.800 meter (Boeing) saja sudah bisa," sebut Jafriadi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
