
Mantan personel Sheila On 7 (kanan) saat berbagi cerita pengalaman dirinya hijrah kepada peserta acara Lampung Hijrah Fair 2019 di gedung Balai Krakatau, Kemiling, Bandarlampung, Sabtu (2/3).
JawaPos.com – Salman Al Jugjawy atau Sakti, mantan personel Sheila On 7, kini hadir di tengah masyarakat dengan penampilan berbeda. Salman di acara Lampung Hijrah Fair 2019 membagikan kisah hijrahnya kepada sesama muslim.
Dikutip radarlampung.co.id (Jawa Pos Group) Salman mengatakan, hijrah memang bukan perkara mudah. Banyak persoalan dan ujian yang akan dihadapi. Namun dia berharap hal tersebut tidak lantas membuat orang berhenti dan menyerah untuk berhijrah.
Menurutnya, kunci untuk hijrah dan bertahan cukup dengan sabar. Selain itu, jangan meninggalkan teman-teman sesama hijrah agar bisa saling menguatkan.
“Ketika malam semakin pekat itu tanda-tanda matahari akan segera datang. Ketika ada masalah, jangan lepas dari komunitas sesama hijrah, dan jangan lupa sabar. Karena ketika masalah semakin berat, itu sudah dekat dengan tanda-tanda pertolongan dari Allah,” kata Salman di Balai Krakatau, Kemiling, Bandarlampung, Sabtu (2/3).
Ditanya tentang pengalaman sulit saat menempuh proses hijrah, dia mengaku sempat belajar tentang Agama dan hijrah di berberapa Masjid. Salman juga mengaku termasuk dalam tipikal orang yang totalitas ketika menjalankan hal yang diinginkan, begitu halnya dengan hijrah.
“Misal ketika saya suka sama Bonjovi, maka saya harus total mulai dari potongan rambut, aksesoris, ya semua ala Bonjovi. Gitu juga ketika memutuskan hijrah. mendengar kehidupan Nabi dan sahabat-sahabatnya, saya langsung ingin mencontoh di kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Sampai suatu ketika, sambungnya, Salman mengaku mendapatkan hadiah sebuah bantal berisi pangkal daun kurma dari teman-temannya. Menurut dia, dahulu Nabi dan para sahabat juga kerap tidur menggunakan bantal dari pangkal daun kurma dan tikar yang dibuat dari daun pelepah kurma.
Berdasarkan dari cerita-cerita Rasulullah SAW, Salman lantas tertarik menjajal bagaimana rasanya tidur dengan bantal dan tikar yang terbuat dari daun pelepah Kurma tersebut. “Sampai kemudian, ketika saya pulang dari masjid, bantal dan tikar yang ada di kamar saya itu ternyata dibuang oleh ayah saya,” ucapnya.
Salman juga mengungkapkan kecemasan keluarga ketika dirinya mulai menempuh proses hijrah. Karena penampilannya juga berubah dengan jenggot tebal dan sorban. Meski begitu, Salman mengaku tetap sabar karena memang telah membulatkan tekad untuk berhijrah.
“Banyak yang bergurau soal penampilan saya, dan orang tua juga sempat khawatir kalau saya ikut aliran agama yang salah. Tetapi ya itu, kuncinya hanya tetap sabar saja, karena waktu itu saya yakin hanya bentuk kecemasan orang tua terhadap anaknya,” tandasnya.
Kecemasan orang tua pun semakin menjadi-jadi ketika Salman akhirnya memutuskan untuk meninggalkan dunia entertainment dan meninggalkan band yang sempat membesarkan namanya. Terlebih kala itu penghasilan Salman sudah cukup besar dari hasil manggung bersama Sheila On 7.
“Itu salah satu ujian yang sulit untuk dilalui. Saya akui, tapi semua orang pasti akan mendapatkan ujian secara finansial dalam hidup dan banyak yang tidak bisa bertahan untuk melewati itu,” tandasnya.
Meski begitu, sambung dia, ketika dihadang masalah yang begitu sulit, Salman berpesan agar tidak meninggalkan komunitas keagamaan dan saling berbagi cerita. Sebab, dari sana umat muslim bisa saling menguatkan dan berbagi pengalaman untuk memecahkan masalah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
