
Almarhum Nedi Gampo, penyanyi Minang kocak yang populer dengan banyak lagu kritik
JawaPos.com - Seniman kocak asal Ranah Minang, Nedi Gampo meninggal dunia. Almarhum yang namanya melambung lewat lagu "Aki Suak" dan sederet tembang Minang lawak lainnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 07.30 WIB di RS Ibnu Sina Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dalam usia 54 tahun.
Kabar meninggalnya seniman serba bisa ini cepat beredar di jagat media sosial (medsos) hingga grup-grup Whatshapp.
"Ikut berduka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya sahabat kita Nedi Gampo.Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan serta ketabahan," tulis akun media sosial facebook Cotok Show yang langsung dibanjiri komentar netizen.
Selain keluarga, banyak pihak yang cukup terkejut akan kepergian Nedi Gampo. Mulai dari seniman hingga politisi pun menyampaikan rasa belasungkawa kepada seniman yang berasal dari Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar itu.
Rasa duka disampaika pencipta lagu Minang senior, Rhian D Kincai. Menurutnya, kepergiaan Nedi Gampo cukup membuat rekan, kerabat terkejut. Namun, Rhian mengaku tidak mengetahui pasti penyakit yang diderita almarhum Nedi Gampo.
Menurutnya, Nedi Gampo pernah tidak bisa berjalan beberapa bulan pasca terserang penyakit stroke beberapa waktu lalu. "Kurang tau. Mungkin efek stroke yang diderita beberapa tahun lalu," kata pencipta nyanyi 'Bungo Lambah Gumanti' yang dipopulerkan Gamawan Fauzi beberapa tahun silam.
Duka mendalam juga disampaikan Pengurus Partai Gerindra Sumbar. Sebab, jelang wafat, selain aktif dengan job dendang KIM-nya, Nedi Gampo juga kader Gerindra. Apalagi, tahun ini, penyanyi dengan nama asli Nedi Erman ini juga menjadi salah satu Calon legislatif (Caleg) Gerindra untuk DPRD Sumbar periode 2019-2024.
"Keluarga Gerindra Sumbar sangat kehilangan. Almarhum salah satu kader partai yang dikenal gigih," kata Sekretaris Gerindra Sumbar Desrio.
Menurut Desrio, sejak terjun ke politik, Nedi Gampo gigih berjuang membesarkan partai melalui dunia seni hiburan. Nedi bahkan dikenal sebagai kader yang mampu menghangatkan suasana kala berkumpul.
"Beliau (Nedi) sering berseloroh, kalau orang cerdas itu adalah orang yang akalnya mampu mengendalikan perasaan. Sebab, otak letaknya di atas dan hati letaknya do bawah otak. Jika yang perasaannya lebih tinggi dari fikiran, berarti otaknya di bawah. Biasanya, yang otak di bawah itu adalah Jawi (sapi)," kenang Desrio.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
