Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Desember 2018 | 01.16 WIB

Tragedi Kapal Tenggelam yang Makan Banyak Korban di 2018

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian di Danau - Image

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian di Danau

JawaPos.com – Selama 2018, tragedi kecelakaan kapal yang menyebabkan puluhan bahkan ratusan nyawa terjadi di tanah air. Ratusan nyawa melayang dikarenakan kelalaian dan tidak diperhatikannya faktor keselamatan. Berikut kecelakaan di tanah air yang terjadi di perairan:


Tragedi KM Sinar Bangun di Danau Toba


Karamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba pada Senin (18/6) gegerkan tanah air. Kapal yang sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras itu karam di Kaldera Haranggaol. Wilayah yang disebut punya kedalaman ekstrim di Danau Toba.


Dugaan yang paling kuat penyebab kapal nahas itu karam adalah, kelebihan beban. Ditambah cuaca buruk dan angin yang sedang kencang. BMKG pun sudah membuat peringatan cuaca buruk sore itu. Namun banyak yang menghiraukan. Menganggap itu sudah biasa di Danau Toba.


Sinar Bangun dilaporkan tenggelam sekira pukul 17.30 WIB. Ratusan korban dikabarkan menjadi korban. Kapal tidak punya manifes. Sehingga di awal, jumlah korban simpang siur. Video penumpang di atas kapal pun beredar. Ada teriakan karena kapal sempat terombang ambing. Sebelum akhirnya kapal terbalik dihantam ombak.


Selain kelebihan penumpang, kapal itu juga membawa sepeda motor. Hal itu juga diduga menjadi salah satu faktor kapal itu tenggelam. Totalnya ada 164 penumpang di kapal bersama puluhan sepeda motor.


Tim SAR gabungan dibentuk. Jumlahnya ribuan terdiri dari Basarnas, polisi, hingga pasukan elit dari TNI sekelas Kopaska dan Denjaka diterjunkan untuk melakukan pencarian korban. Berbagai alat canggih juga diterjunkan. Namun apa daya, semuanya tidak menemukan hasil yang signifikan.


Masyarakat setempat mengaitkan tenggelamnya Sinar Bangun dengan hal mistis. Rismon Sirait, tokoh spiritual Danau Toba mengatakan, kapal tenggelam karena penunggu danau marah. Marahnya penunggu Danau Toba disebabkan ada orang memancing ikan mas yang dianggap sakral oleh para petuah adat di sana. Menurut kepercayaan adat Batak, ikan mas itu dipercaya sebagai jelmaan ratu penjaga danau.


Rismon mengatakan, selama ini memang ada larangan untuk mengambil ikan mas dari danau. Namun hal itu dibantahkannya. "Saya bantah itu. Bisa dimakan, tapi ada pilihannya ada yang dilarang. Kalau yang dipancing kemarin itu sudah diminta untuk dilepas," kata Rismon, kepada JawaPos.com, Jumat (22/6).


Kurang lebih 17 hari pencarian dilakukan dan dipenuhi dinamika. Ada keluarga yang memaksa supaya pencarian diteruskan. Hingga menggelar ritual Mangelek di tengah danau. Itu ritual untuk memanggil arwah. Seperti yang dilakukan keluarga Nainggolan.


"Biar datangnya dia (suami) itu. Jadi kita bisa tau dia dimana. Ini doa-doa dalam adat Batak," kata soerang perempuan yang dipanggil Opung oleh keluarga lainnya.


Mangalek dilakukan dengan berdoa sambil memegang beberapa lembar daun sirih. Setelah berdoa, daun sirih kemudian diletakkan di tepi danau. Anggota keluarga Nainggolan secara bergantian memanjatkan doa dengan daun sirih.


Meski posisi kapal sudah ditemukan, petugas tidak mungkin mengangkatnya. Bangkai kapal berada di kedalaman 450 meter. 
Keluarga yang ditinggalkan mendapat santunan dari pemerintah. Operasi ditutup pada Selasa (3/7). Ditandai dengan tabur bunga dan pembangunan monumen di Kabupaten Simalungun, untuk mengenang para korban.


Ada 21 orang korban yang berhasil dievakuasi, 3 di antaranya tewas. Sedangkan hingga operasi SAR nasional ditutup, ada 164 orang yang dinyatakan hilang.


Polisi menetapkan lima tersangka atas karamnya KM Sinar Bangun. Mereka adalah Nakhoda sekaligus pemilik kapal Poltak Saritua Sagala; Kepala Pos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra. Lalu Pegawai Honor Dishub Samosir; anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang; PNS Dinas Perhubungan Samosir; Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Samosir; Dishub Provinsi Sumut, Rihad Sitanggang; serta Kadishub Samosir, Nurdin Siahaan. Sampai sekarang kasus itu masih berproses, berkas para tersangka sudah diserahkan Polda Sumut ke kejaksaan.

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore