
Photo
JawaPos.com - Warga Bintungan Korong Koto Tinggi, Kenagarian Gunuang Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, geger dengan penemuan kerangka manusia di pinggir sungai. Tak diketahui, identitas kerangka manusia tersebut.
Posmetro Padang (Jawa Pos Group) melansir, kehebohan kian bertambah karena tengkoraknya tersangkut di ranting kayu yang ada di pinggiran sungai. Desas-desus pun bermunculan di tengah masyarakat tentang keberadaan mayat, dan identitasnya. Kebanyakan, warga menggeleng kepala. Tak tahu, sebab kondisi sudah tak dikenali.
Selain itu, warga di Padang Alai juga merasa tidak kehilangan sanak keluarganya. Polisi juga belum bisa memastikan identitas kerangka tersebut. “Kalau tak tahu juga, kita kubur saja,” ungkap Kapolsek V Koto Kampung Dalam AKP Yusuf.
Namun, perkaranya tak segampang itu. Polisi mesti menelusuri identitas korban. Bisa jadi, kerangka itu merupakan korban pembunuhan yang sengaja dibuang oleh pelakunya.
“Kalau soal penelusuran pastilah dilakukan. Tapi, jasadnya diselenggarakan dulu. Kita masih berusaha melakukan penelusuran dengan memeriksa saksi dan mendata warga yang kehilangan keluarganya,” ungkap dan KBO Reskrim Polres Pariaman Iptu Nuzirwan.
Kata kaplosek, kerangka tersebut pertama sekali ditemukan Jamalih, yang baru pulang dari kebunnya sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (23/11). Sebelumnya, Jamalih sanksi kalau tengkorak itu kerangka manusia. Dia hanya menduga, tengkorak itu susunan tulang hewan.
Barulah, pada Jumat (27/11), apa yang dilihatnya disampaikan kepada Ali, warga lainnya. Setelah itu baru dilaporkan kepada masyarakat sekitar dan jajaran Polsek V Koto Kampung Dalam untuk dilakukan proses lebih lanjut.
Akhirnya, tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut dibawa ke RS Bayangkara Polda Sumatra Barat untuk diambil visum. "Sekarang setelah satu minggu berada di RS bayangkara Polda Sumbar tengkorak dan tulang belulang tersebut akan dikuburkan di Kenagarian Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur," ungkapnya.
Ketua Bamus Nagari Gunung Padang Alai, Muslim Nur menyatakan, sejak kejadian penemuan tengkorak dan tulang manusia tersebut tidak ada warga yang merasa kehilangan sanak famili. Meski sebelumnya ada warga yang tidak pulang, sekarang telah dapat dihubungi. (efa/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
