Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 November 2015 | 15.54 WIB

Walah! Ada Jual Beli Miras di Atas Kapal Pelni

Ada jual beli miras di atas kapal Pelni di pelabuhan Jayapura, Papua. - Image

Ada jual beli miras di atas kapal Pelni di pelabuhan Jayapura, Papua.

Jawapos.com PAPUA--Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Papua, menemukan indikasi perdagangan minuman keras di atas kapal penumpang milik PT Pelni. Disinyalir,  praktek jual beli  Miras di atas kapal  ini sudah berlangsung lama.



Jajaran Polsek KPL mendapati 20 botol minuman keras jenis Vodka yang dikemas dengan lakban dan disimpan  di bawah tempat tidur yang ada di atas Kapal KM Labobar. Diduga miras ini adalah sisa yang belum terjual  di atas kapal.



Perdagangan miras ini diyakini dilakukan di hampir semua kapal. Dibawa oleh penumpang yang masuk pelabuhan Jayapura. Di atas kapal, penumpang diam-diam melakukan transaksi jual beli kepada penumpang.



Karena keuntungan memang mengiurkan, terutama dari miras jenis Vodka dan Wiski Robinson. Saat dijual di atas kapal, harga jual bisa naik dua kali lipat.   



Dari beberapa sumber yang ditemui Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), menyebutkan miras-miras itu biasanya dibeli dari daerah seperti Sorong, Biak dan Serui. Atau kemungkinan  dari Jawa atau Makasar, namun dijual saat mulai masuk perairan Papua.



Seorang buruh tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Jayapura, Felix Rumbiak mengakui bahwa aktivitas jual beli miras di atas kapal Pelni, sudah lama dan biasa terjadi.



''Hampir semua kapal yang masuk ke Pelabuhan Jayapura, ada yang melakukan  penjualan minuman keras di atas kapal, apalagi saat penumpang di kapal sedang banyak, miras pasti banyak dijual juga,'' ungkapnya.



Hal senada juga dibenarkan seorang petugas PT Pelni, Senti Rapami. Dia mengakui bahwa  minuman keras yang sering  dijual di atas kapal itu bukan berasal dari Kota Jayapura. Sebab untuk harga miras di Jayapura cukup mahal dan pengawasan dari petugas juga cukup ketat.



''Jadi untuk penjualan Miras di Kapal itu bukan dari pelabuhan Jayapura, tetapi dari luar Jayapura sebab harga miras di Kota Jayapura terlampau mahal berbeda dengan daerah –daerah lain,'' bebernya.



Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea dan Cukai Jayapura, Tri Surya Widodo berjanji pihaknya akan meningkatkan pengawasan terkait kasus ini.(tri/afz/JPG)

Editor: afni
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore