Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 November 2015 | 20.57 WIB

Listrik Padam, UKG Molor, Guru Khawatir tak Lulus

Listrik Padam, UKG Molor, Guru Khawatir tak Lulus - Image

Listrik Padam, UKG Molor, Guru Khawatir tak Lulus

JawaPos.com GRESIK - Aliran listrik yang padam di Kota Gresik, Jawa Timur membuat pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) menjadi molor. Ratusan peserta UKG khawatir gara-gara listrik, nasib mereka terancam tidak lolos dalam kompetensi kali ini.



“Pada UKG Selasa pagi kami hendak mengisi naskah tiba-tiba listrik padam. Karena naskah sistem online melalui komputer, jelas kami tidak bisa mengerjakan, karena komputer mati. Kami khawatir gara-gara listrik padam, kami tidak lolos UKG,” kata Santimay WUlandari, salah seorang peserta

UKG yang mengikuti ujian di SMA Muhamadiyah 1 Gresik kepada Radar Gresik (Jawa Pos Group), Kamis (12/11).



Guru SDN Mojotengah, Kecamtan Menganti ini berharap, kejadian listrik padam tidak terulang lagi. Sebab, jika terjadi lagi maka UKG bakal ditunda setahun lagi.



”Jangan sampai mati listrik, kan saya sudah jauh-jauh datang masak harus di tunda,” sebut Santi.



Rudi Ikhwono, operator komputer UKG meminta listrik tidak sering-sering mati. Karena jika hal

tersebut sering terjadi, kemungkinan UKG tidak akan berjalan sesuai jadwal.



Hal senada dikatakan Khoirul Arif, Staff Umum Kepegawaian Dinas Pendidikan Gresik. Sejak UKG digelar Senin, kendala yang dihadapi para peserta hanya satu, yakni listrik padam tanpa pemberitahuan.



Dengan seringnya mati listrik, tentunya secara langsung menggangu jalanya UKG. “Sebenarnya kendalanya cuma satu, listrik dari PLN yang sering mati. Jadi jelas ini mengganggu jalanya ujian, kan kalau gak ada listrik kita gak bisa ujian,” terang dia.



Dia berharap agar listrik tidak sering-sering mati. Karena jika hal tersebut sering terjadi, kemungkinan UKG tidak akan berjalan sesuai jadwal.



“Harapan saya kepada pihak PLN wilayah Gresik, setidaknya ada pemberitahuan terlebih dahulu sebelum adanya pemadaman listrik, biar kita bisa antisipasi. Kan kasihan peserta yang jauh-jauh datang, tapi tidak jadi ujian,” terang dia.



Sebelumnya Manager PT PLN APJ Gresik, Rayon Giri, Agus Iswahyudi beralasan, pemadaman listrik terpaksa dilakukan karena sejumlah pembangkit listrik di Pulau Jawa mengalami kerusakan.



“Totalnya ada sekitar 5 pembangkit di pulau Jawa. Akibatnya kita mengalami defisit 200 hingga 400

megawatt,” ujarnya.





Salah satu pembangkit yang mengalami kerusakan adalah PLTU Paiton di Probolinggo. “Namun saat ini semua pembangkit tersebut sudah selesai diperbaiki,” jawab dia.



Saat ini UKG di Kabupaten Gresik rencananya dilaksanakan dari tanggal 9 November 2015 sampai tanggal 16 November 2105. Kegiatan ini dilakukan di 16 lembaga, dan menggunakan 22 laboratorium komputer.



Waktu pelaksanaanya terbagi 3 gelombang. Setiap gelombangnya diberi waktu 2 jam untuk mengerjakan

soal yang tersedia.



Khusus untuk di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, UKG dilaksanakan sampai tanggal 19 November 2015. Hal tersebut dikarenakan hanya ada satu lab yang digunakan. “Khusus Kecamatan sangkapura, itu sampai tanggal 19, soalnya hanya ada satu lab disana,” kata Khoirul Arif. (aro/ris/awa/jpg)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore