Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 November 2015 | 13.15 WIB

2 Pemilik Restoran Bakso Bantah Isu Penggunaan Daging Babi

DIDUGA KANDUNG BABI: Berdasarkan hasil uji sampel makanan di LPPOM MUI Samarinda Kaltim, dua restoran bakso di Kota Tarakan positif menggunakan DNA babi terhadap olahan makanannya. - Image

DIDUGA KANDUNG BABI: Berdasarkan hasil uji sampel makanan di LPPOM MUI Samarinda Kaltim, dua restoran bakso di Kota Tarakan positif menggunakan DNA babi terhadap olahan makanannya.

JawaPos.com - Pemilik restoran “N” dan “A” angkat bicara mengenai isu penggunaan daging atau minyak babi sebagai campuran adonan bakso mereka. Dengan tegas, keduanya membantah bakso yang dibuatnya mengandung unsur babi.



“Tidak ada daging babi yang kami gunakan. Usaha bakso yang kami rintis sudah berpuluh-puluh tahun ini sejak tahun 1989. Tidak mungkin kami menjatuhkan dengan menggunakan daging babi. Kami ini juga muslim, jadi masih tahu yang mana halal dan haram,” ujar Supriono, selaku pemilik restoran bakso “N” kepada Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Selasa (10/11).



Supriono berharap seluruh masyarakat, terutama pelaggan tetap di warung ini, tidak menanggapi serius masalah isu ini. “Warung bakso kami ini sudah dilakukan pemeriksaan dan uji lab, dan alhamdulillah negatif mengandung unsur babi,” jelas Supriono.  



Sementara isu dugaan adanya penggunaan DNA babi pada olahan makanannya sudah beredar lewat Sort Message Service (SMS) di sejumlah ponsel warga dan media sosial (medsos). “Mungkin ini ujian dari Allah, dan menjadi pelajaran buat kami untuk lebih berhati-hati lagi,” sambungnya.



Senada dikatan Amar Ma’ruf, selaku pemilik warung bakso “A”. Amar membantah isu olahan baksonya menggunakan unsur babi. Karena adonan bakso yang diolahnya berupa daging sapi.



“Demi Allah, daging yang kami gunakan bukan dari daging babi, itu tidak benar. Kami murni menggunakan daging sapi untuk adonan bakso. Daging ini kami beli sendiri lalu dibawa ke penggiling daging yang ada di Tarakan. Jadi tidak mungkin kami buat bakso yang mengandung babi,” jelasnya.



Pemilik kedua warung bakso ini berharap masyarakat bisa lebih bijak menanggapi isu yang ada. Tidak lantas percaya begitu saja isu adaya data dan fakta. (Baca: MUI Tarakan Rilis 2 Restoran Bakso Positif Menggunakan DNA Babi). (eru/ash/hsn/JPG)

Editor: Husain
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore