Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Oktober 2015 | 21.59 WIB

512 Desa Dilanda Kekeringan

512 Desa Dilanda Kekeringan - Image

512 Desa Dilanda Kekeringan

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah mengeluarkan dana Rp 4 miliar guna mengatasi kekeringan di Jawa Timur.



Dana itu digunakan untuk droping air bersih ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan parah.



“Bantuan kami bersifat kondisional dan bervariatif bergantung pada tingkat keparahan,” ujar Kepala BPBD Jatim Sudarmawan seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Jumat (30/10).



Pengelolaan bantuan sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. BPBD Jatim juga menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).



Bantuan itu berupa pengadaan sarana dan prasarana. Di antaranya, pengadaan sumur bor dan pemipaan. Sejauh ini bantuan tersebut telah ada di 44 titik se-Jatim.



“Pengelolaannya juga kami serahkan ke pemerintah setempat,” jelas pria yang akrab dipanggil Darmawan itu. Darmawan menerangkan bahwa terdapat 26 kabupaten yang dilanda kekeringan.



Sebanyak 512 desa di 24 kabupaten ditangani oleh BPKD. Daerah tersebut dipisahkan menjadi empat wilayah, yakni barat, timur, utara, dan selatan. Bagian timur meliputi Banyuwangi, Lumajang, Jember, dan Probolinggo.



Bagian barat adalah Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, dan Madiun. Wilayah utara meliputi Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro. Wilayah selatan adalah Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.



“Daerah terparah berada di Madura, Madiun, Ponorogo, Pacitan, dan Ngawi,” tuturnya.



Sehubungan dengan kebakaran hutan di 60 titik di Jatim, Darmawan mengatakan bahwa semuanya telah padam. “Gunung Lawu telah padam. Argopuro juga telah sebulan lalu padam. Juga Gunung Selak yang masuk ke Taman Nasional Gunung Bromo dan Semeru,” terangnya.



Meskipun begitu, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Setiap hari BPBD daerah bersama TNI dan Polri selalau berpatroli untuk mengecek titik-titik api yang sewaktu-waktu bisa muncul.



Darmawan menjelaskan bahwa pihaknya dan BMKG bekerja sama dengan menaruh delapan hot spot di delapan kabupaten.



Hot Spot itu bersambung dengan satelit dan dapat mendeteksi dini panas Bumi yang bersuhu 42 derajat Celsius hingga lebih. Sebab, suhu 42 derajat Celsius memiliki kerawanan untuk memunculkan titik api. Delapan hot spot ini terdapat di Lumajang, Trenggalek, Banyuwangi, Malang, Jember, Situbondo, dan Lumjang. (dia/iku/awa/jpg)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore