
Ibu Humidah, Muksito, 70, saat ditemui di rumahnya.
JawaPos.com - Humidah, 50, warga Dusun Brongkal, Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dikabarkan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) lewat jalur ilegal. Tujuan keberangkatan adalah Abu Dhabi. Namun, yang bersangkutan diketahui justru berakhir di Suriah.
Keberangkatan Humidah sebagai pekerjaan migran ini rupanya tak mendapatkan restu dari keluarga dan ibu Humidah. Ibu Humidah, Muksito, 70, mengaku mengetahui rencana keberangkatan anaknya.
Awalnya dia menyetujui, namun karena Humidah dianggap berbohong, Muksito kemudian melarang kepergian anak perempuan satu-satunya itu. Muksito sempat melarang Humidah pergi. Menurutnya akan lebih baik jika ibu tiga anak itu tetap di kampung halamannya.
"Tapi dia bohongi saya. Semua keluarga tak setuju Humidah jadi TKI. Tapi dia ngotot. Bahkan ketika berangkat dia minta antarkan orang lain ke sponsor yang memberangkatkan. Kenapa nggak minta sama keluarga," kata Muksito dalam Bahasa Jawa berlogat Madura yang kental, saat ditemui JawaPos.com di rumahnya, Rabu (30/1).
Muksito mengatakan, terakhir anaknya memberikan kabar dua bulan lalu. Saat itu Humidah transit di Malaysia, hendak kembali terbang. Namun hingga saat ini dia tak lagi mendapatkan kabar dari anaknya itu. Muksito juga tak tahu menahu bagaimana anaknya bisa sampai di Suriah.
Hanya saja dia tahu Humidah menjadi pekerja migran di Abu Dhabi. Ini karena, beberapa waktu sebelum keberangkatan, Humidah kerap ditemui oleh pihak sponsor.
Pihak sponsor ini dikenal sebagai orang yang bernama Ibrahim. Seseorang yang cukup terpandang di Pagelaran. "Kemarin malam ketemu saya dengan sponsor itu dan Pak Lurah (Kades Brongkal Ali Ahmad) membicarakan soal ini. Tapi saya nggak tahu kabar anak saya," katanya.
Terpisah, Kasi Penempatan Kerja Disnaker Kabupaten Malang Sukardi mengatakan, pihaknya memang mendapatkan laporan secara lisan dari desa. Kepala Desa Ali Hasan berniat mengkonsultasikan masalah ini.
"Saya bilang kalau mau konsultasi harus ada laporan tertulis. Selama ini nggak ada laporan tertulis yang masuk ke kami. Jadi kami nggak bisa proses," katanya kepada JawaPos.com.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, JawaPos.com belum mendapakan konfirmasi dari pihak sponsor yang dikenal bernama Ibrahim itu. Saat berusaha mencari kediaman Ibrahim di rumahnya, salah satu penghuni rumah mengatakan dia tengah pergi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
