
ALBUM: Foto Yudi Akbar Rizky, mahasiswa UIN Surabaya yang tewas setelah mengikuti Diklatsar Mapalsa di Pagak, Kabupaten Malang.
JawaPos.com - Polisi mengalami kendala menguak penyebab dua mahasiswa yang tewas saat mengikuti pendidkan dan pelatihan dasar (diklatsar). Karena keluarga korban Yudi Akbar Rizky dan Luthfi Rachmawati menolak dilakukan autopsi.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro mengatakan, polisi sebenarnya sudah ngotot meminta agar korban diauptosi. Namun keluarga memaksa membawa pulang jasad korban. ”Untuk secara medis kita tidak bisa menyatakan penyebab meninggalnya, karena itu wewenang dokter,” kata Adam.
Pihaknya hanya mendapat keterangan hasil visum luar. Dokter menyebutkan, jika penyebab meninggalnya korban akibat kelelahan dan dehidrasi. ”Dari keterangan dokter, dari ciri-ciri fisik diduga korban meninggal karena kecapekan dan kemudian dehidrasi, sehingga meninggal,” ungkap dia.
Untuk mengusut kasus ini, polisi terus memintai sejumlah saksi. Terutama dari panitia diklatsar serta meminta surat izin pelaksanaan. Mereka adalah Pramudya, M Riza Umami selaku ketua pelaksana, Dipo Karta (35) alumni UIN Sunan Ampel.
Adam menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum mengarah pada adanya tersangka. ”Saat ini masih kami dalami keterangan saksi-saksi,” ungkapnya.
Diklatsar Mahasiwa Pencinta Alam Sunan Ampel (Mapalsa) UIN Surabaya berlangsung di Lembah Kera, di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Sabtu (17/10) lalu.
Dua peserta diklatsar yang tewas yakni Yudi Akbar Rizky K (18), warga Sukolilo Park Regency 1/16 Surabaya, dan Lutfi Rahmawati (19), warga Jalan Barata Jaya 7/41 Surabaya tewas di saat diklat belangsung. Belum diketahui penyebab kematian kedua korban. Namun dugaan awal keduanya kelelahan karena mengikuti diklat yang sangat berat. (adk/abm/hsn/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
