Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Oktober 2015 | 17.30 WIB

SMA 7 Ternate Diliburkan, Oknum Guru Dipecat

Yusri H Muhammad (17) siswa kelas XII, SMAN 7 Kota Ternate, tewas, Jumat (9/10) - Image

Yusri H Muhammad (17) siswa kelas XII, SMAN 7 Kota Ternate, tewas, Jumat (9/10)

JawaPos.com- Tragedi yang menimpa siswa SMA Negeri 7 Kota Ternate, Yusri H Muhammad (17) siswa kelas XII, SMAN 7 Kota Ternate, langsung menggemparkan warga sekitar.



Puluhan keluarga korban mendatangi sekolah untuk mencari Fajrin. Beruntung kedatangan keluarga diatasi puluhan personil Polsek Moti dan Polres Kota Ternate. Mereka mengamankan tersangka dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).



Berdasarkan pantauan Malut Post, Fajrin dibawa petugas Polsek Moti ke Polres Ternate sekitar pukul 21.47 WIT tadi malam.



Ia diperiksa secara marathon oleh penyidik Polres Ternate hingga pukul 22.00 WIT. Namun pihak kepolisian belum memberikan keterangan karena pemeriksaan masih berlangsung.



 Kapolres Ternate, AKBP Kamal Bahtiar dikonfirmasi Jumat siang menyatakan, perkara ini ditangani Reskrim Polrers Ternate. “Kasusnya ditarik ke Polres Ternate untuk ditindaklanjuti,”kata Kamal. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 



Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Ternate Muhdar Din, langsung berangkat ke Moti untuk mengetahui kondisi di lapangan.



Dia turun  untuk  menekan gejolak yang terjadi. Diknas Ternate langsung melakukan pertemuan dengan pihak sekolah dihadiri Kepala sekolah Ibrahim Mahmud dan keluarga difasilitasi pihak pemerintah kecamatan.  Pihak keluarga menuntut pelaku diproses secara hokum dan meminta yang bersangkutan dipecat.



 “Dia hanya berstatus guru honor yang diangkat sekolah sekitar satu tahun lalu. Jadi tidak perlu dipecat tapi sekolah langsung mengeluarkannya,” jelas Muhdar yang mengaku rapat itu berlangsung sekitar 2 jam.



Tidak itu saja, Muhdar langsung mengambil kebijakan meliburkan SMPN 7 selama satu minggu. “Libur itu, kepala sekolah dan guru-guru wajib membantu beban orang tua korban,” paparnya.



Agar hal ini tidak lagi terulang, Muhdar mengingatkan seluruh guru agar mengantisipasi aksi seperti ini dengan menjauhkan diri dari memegang rotan atau mistar saat mengajar. “Jangan ada keinginan bawa mistar atau rotan di dalam kelas. Kalau ada penghapus yang menggunakan kayu harus diganti dengan berbahan plastik,” tegasnya.(ham/JPG)



Editor: Idham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore