Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2015 | 22.14 WIB

Kado HUT ke-70 Jatim, Soekarwo Alokasikan Rp 400 Miliar Kuatkan UMKM

Kado HUT ke-70 Jatim, Soekarwo Alokasikan Rp 400 Miliar Kuatkan UMKM - Image

Kado HUT ke-70 Jatim, Soekarwo Alokasikan Rp 400 Miliar Kuatkan UMKM

JawaPos.com SURABAYA - Menjelang   hari   ulang tahun  (HUT)  ke-70 Provinsi  Jawa Timur (Jatim)  menjadi  momen evaluasi  bagi  Gubernur Soekarwo.  Dia  optimistis pada   momen   ini   akan mampu menjadikan Jatim sebagai  provinsi  dengan pertumbuhan   ekonomi terbaik   yang   berbasis usaha  mikro,  kecil,  dan menengah (UMKM).



”Karena kondisi ekonomi dan keuangan melemah, kita cari program dasar yang  dari  bawah,  tapi  menguatkan. Salah   satunya   adalah   penguatan UMKM,” terang Soekarwo seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Rabu (7/10).



Menurut  pria  yang  akrab  disapa Pakde  Karwo  tersebut,  sebelumnya,  Jatim  melandaskan  program  pem bangunannya  pada  pendidikan  dan kesejahteraan.  Namun,  tahun  ini  penguatan  ekonomi menjadi prioritas utama.  



”Dengan  UMKM,  diharapkan kemiskinan  dapat  berkurang  dan  pengangguran bisa dikurangi,” katanya.



Soekarwo menerangkan, Rp 400 miliar dari APBD Jatim akan dimasukkan ke  sektor  penguatan  UMKM  dengan jumlah  Rp  20  juta  per  UMKM.  



”Namun, dana ini tidak secara gelondongan diserahkan  ke  pelaku  UMKM.  Hanya UMKM  tertentu  yang  memenuhi standar yang diberi,” tuturnya.



Penyaluran  dana  UMKM  juga  melalui  kredit  fluktuatif  melalui  bank daerah. ”Setiap UMKM dapat uang Rp 20 juta dengan harapan dapat menyerap tenaga kerja. Sekarang tinggal dikalikan  saja  jika  setiap  UMKM  minimal menyerap tiga tenaga kerja, lantas dikalikan jumlah UMKM yang ada, sudah  berapa  banyak  tenaga  yang terserap,” terangnya.



Berbeda  padat  karya,  sumbangan tersebut  bersifat  fluktuatif  atau  peminjaman. Setiap pelaku UMKM yang mendapat  bantuan  wajib  mengem balikannya  dengan  bunga  kecil.  ”Kalau diberi cuma-cuma, tidak ada dorongan bagi  mereka  untuk  berusaha.  Jika uang dikembalikan, dorongan mereka untuk  meningkat ada  dan  mereka memiliki  tanggung  jawab  terhadap bantuan yang diberikan,” kata mantan sekdaprov Jatim itu.



Seperti diberitakan, kini 92 persen aktivitas  ekonomi  di  Jatim  bergantung pada sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Pada 2013, jumlah tenaga kerja yang terserap sebesar 3.115.680 orang dalam bentuk industri kecil, besar, dan menengah   yang   mencapai   sekitar 803.453 unit usaha. (dia/jay/awa/jpg)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore