
Ilustrasi
JawaPos.com--Populasi bekantan (Nasalis larvatus) yang hidup di Hutan Mangrove Graha Indah yang terletak di RT 14, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Kaltim mulai terancam.
Dalam tempo seminggu ini, sudah dua ekor monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna cokelat kemerahan itu ditemukan mati. Diduga kematian hewan langka ini akibat kabut asap kiriman yang menyelimuti Kota Minyak.
Ketua Mangrove Center Graha Indah Balikpapan, Agus Bei membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar Mas, sudah ada dua ekor yang mati. Ditemukan di dalam hutan mangrove,” kata Agus Bei seperti dilansir Balikpapan Pos (Grup Jawa Pos), Minggu (27/9).
Dia menduga, kematian hewan khas Pulau Kalimantan ini akibat kabut asap karena bekantan dinilai sangat sensitif. "Apabila tempat hidupnya kotor, maka bekantan juga bisa flu,” terang Agus.
Ia menuturkan, bekantan ini merupakan salah satu hewan yang cukup menarik bagi para wisatawan untuk berkunjung di Mangrove Center Graha Indah. Sebab, bentuk hewan ini unik.
Sayangnya, populasi hewan itu semakin berkurang. Sekadar diketahui, bekantan adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna cokelat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet nasalis.
Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidungnya yang panjang dan besar, khususnya spesies jantan. Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa, dan hutan pantai di Pulau Kalimantan, Sabah, Sarawak, dan Brunei.
Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 ekor. (vie/yud/jpg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
