
KENA DEH: Ucok (berbaju batik) tertangkap tangan saat mencuri kota infak di Masjid Al-Huda, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (28/8).
JawaPos.com - Ucok (34) tertangkap tangan warga saat mencuri kotak infak di Masjid Al-Huda, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (28/8). Saat hendak dilaporkan ke polisi, Ucok malah mengaku sebagai adik ipar kapolsek Tampan.
"Kapolsek tampan itu abang ipar saya," sebut Ucok. Pengakuan tersebut membuat warga menjadi semakin geram dan menelepon Kepolisian Sektor Tampan untuk menggelandangnya untuk diperoses lebih lanjut.
Kapolsek Tampan Akp Ari s wibowo kepada Riau Pos (JawaPos.com Group) tampak kesal dan membantah pengakuan Ucok sebagai adik ipar. "Kok bisanya dia ngaku saya abang iparnya, wong istri aku saja kelahiran 87 Kok, ga benar itu ga benar," ketusnya.
Anto (31), salah satu warga yang saat itu hendak salat Jumat menyebutkan, aksi pelaku sudah diintai sejumlah pemuda dan warga setempat. Karena menurutnya, niat jahat pelaku merupakan yang ketiga kalinya.
"Pertama kali terlihat warga masih ragu-ragu, Jumat lalu warga masih memantau dan ternyata benar. Hari ini penangkapan Ucok memang sudah menjadi Intaian masyarakat dan pemuda," sebutnya di lokasi kejadian.
Pelaku diamankan warga ketika pelaksanaan Ceramah Jumat berlangsung. Saat pelaksanaan salat Jumat, pelaku dimasukkan ke sebuah ruangan masjid dan dikunci agar tidak melarikan diri.Warga pun melanjutkan aktivitas salat Jumat. Selepas itu, warga kembali menanyakan pelaku, namun tetap tidak mau mengaku dan hanya terdiam.
Namun warga tidak begitu saja percaya, karena aksinya tersebut memang sudah kedapatan tangan dan menjadi incaran warga. Saat itu pelaku duduk pada barisan paling akir. "jadi modusnya, ia memasukkan selembar uang pecahan Rp 2.000 dan mengambil kembalian uang pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000," lanjut Anto.
Saat diamankan, didapati uang pecahan Rp 50.000 sebanyak dua lembar dan pecahan lainnya yang digumpal ke dalam saku kemeja batiknya. Tapi saat ditanyai Warga pelaku mengaku bukanlah Uang curian kotak infak, melainkan merupakan miliknya. Pelaku berasalan uang pecahan Rp 50.000 tersebut hendak ditukarkannya dengan uang kecil yang ada di kotak infak. (MG5/hsn/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
