Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2015 | 02.50 WIB

Mengaku Adik Ipar Kapolsek, Ucok Maling Kotak Infak

KENA DEH: Ucok (berbaju batik) tertangkap tangan saat mencuri kota infak di Masjid Al-Huda, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (28/8). - Image

KENA DEH: Ucok (berbaju batik) tertangkap tangan saat mencuri kota infak di Masjid Al-Huda, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (28/8).

JawaPos.com - Ucok (34) tertangkap tangan warga saat mencuri kotak infak di Masjid Al-Huda, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (28/8). Saat hendak dilaporkan ke polisi, Ucok malah mengaku sebagai adik ipar kapolsek Tampan.    



"Kapolsek tampan itu abang ipar saya," sebut Ucok. Pengakuan tersebut membuat warga menjadi semakin geram dan menelepon Kepolisian Sektor Tampan untuk menggelandangnya untuk diperoses lebih lanjut.



Kapolsek Tampan Akp Ari s wibowo kepada Riau Pos (JawaPos.com Group) tampak kesal dan membantah pengakuan Ucok sebagai adik ipar. "Kok bisanya dia ngaku saya abang iparnya, wong istri aku saja kelahiran 87 Kok, ga benar itu ga benar," ketusnya.  



Anto (31), salah satu warga yang saat itu hendak salat Jumat menyebutkan, aksi pelaku sudah diintai sejumlah pemuda dan warga setempat. Karena menurutnya, niat jahat pelaku merupakan yang ketiga kalinya.



"Pertama kali terlihat warga masih ragu-ragu, Jumat lalu warga masih memantau dan ternyata benar. Hari ini penangkapan Ucok memang sudah menjadi Intaian masyarakat dan pemuda," sebutnya di lokasi kejadian.



Pelaku diamankan warga ketika pelaksanaan Ceramah Jumat berlangsung. Saat pelaksanaan salat Jumat, pelaku dimasukkan ke sebuah ruangan masjid dan dikunci agar tidak melarikan diri.Warga pun melanjutkan aktivitas salat Jumat. Selepas itu, warga kembali menanyakan pelaku, namun tetap tidak mau mengaku dan hanya terdiam.



Namun warga tidak begitu saja percaya, karena aksinya tersebut memang sudah kedapatan tangan dan menjadi incaran warga. Saat itu pelaku duduk pada barisan paling akir. "jadi modusnya, ia memasukkan selembar uang pecahan Rp 2.000 dan mengambil kembalian uang pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000," lanjut Anto.



Saat diamankan, didapati uang pecahan Rp 50.000 sebanyak dua lembar dan pecahan lainnya yang digumpal ke dalam saku kemeja batiknya. Tapi saat ditanyai Warga pelaku mengaku bukanlah Uang curian kotak infak, melainkan merupakan miliknya. Pelaku berasalan uang pecahan Rp 50.000 tersebut hendak ditukarkannya dengan uang kecil yang ada di kotak infak. (MG5/hsn/JPG)

Editor: Husain
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore