
Andriana tewas ditusuk pria tidak dikenal
JawaPos.com - Pihak kepolisian hingga saat ini belum berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Andriana Yubelia Noven, 18, yang tewas mengenaskan penuh darah. Padahal, kasus tersebut sudah bergulir hingga dua pekan lamanya.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser menjelaskan mengapa kasus itu seperti jalan di tempat. Menurut dia, pihaknya kesulitan karena hilangnya sidik jari pelaku pada senjata tajam (badik) yang digunakan pelaku untuk menusuk korban.
Hendri menyebut, hilangnya sidik jari pelaku dikarenakan korban saat itu terlalu lama ditemukan. “Proses ditemukannya korban saat terbunuh jeda waktunya agak cukup lama, sehingga terjadi penguapan karena pengaruh udara. Jadi tidak ada,” kata Hendri seperti dikutip Pojoksatu (Jawa Pos Group), Jumat (25/1).
Berdasarkan penyelidakan labfor juga, lanjut Hendri, sampai hari ini belum terindentifikasi ada sidik jari pelaku. Meskipun demikian, pihaknya yakin akan mengungkap kasus ini secepatnya.
“Proses-proses digital forensik IT penyelidik telah dilakukan. Saya yakin, Insya Allah teman-teman di lapangan tetap berkerja keras dan akan mengungkap kasus ini,” lanjutnya.
Seperti diketahui, kasus Noven sendiri sudah berlangsung selama dua minggu. Selama itu juga, polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku yang tega membunuh Noven.
Padahal beberapa barang bukti telah diamankan oleh pihak kepolisian. Dari mulai CCTV, handphone korban hingga pisau milik pelaku yang digunakan untuk membunuh Noven.
Andriana Yubelia Noven Cahya, Siswi SMK Baranangsiang Bogor ditemukan tergelatak di sebuah gang sepi di kawasan Jalan Riau RT 04 RW 03 dengan bersimbah darah.
Siswi SMK itu menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal. Bahkan proses penusukan pelaku terhadap korban terekam CCTV di sekitar gang tersebut. Dari rekaman kamera CCTV, terlihat pelaku yang memakai kaos biru berdiri di gang tersebut.
Pelaku yang memiliki tattoo di tangan kanan dan kirinya itu tampak memperhatikan suasana sekitar. Pelaku juga terlihat sudah memilih gang yang sepi itu sebagi tempat untuk mengesekusi korban.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
