
Ketua KPU RI Arief Budiman menilik proses cetak desain dan warna surat suara, apakah sesuai dengan ketentuan atau tidak.
JawaPos.com- PT Temprina Media Grafika (TMG) mulai mencetak 255 juta lembar surat suara, hari ini (20/1). TMG akan memenuhi 27,1 persen kebutuhan surat suara se-Indonesia.
Selama pencetakan surat suara itu, TMG telah menyusun rencana dan strategi kerja. Sehingga, tidak terjadi salah cetak dan dapat memenuhi target 60 hari yang dipasang Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Direktur Utama PT Temprina Media Grafika Kristianto Indrawan mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus. Tim itu yang akan mengawasi dan memantau kinerja dan kualitas hasil pencetakan.
Kemudian, mereka memberlakukan penambahan jam kerja hingga 20 jam sehari. Lengkap dengan posko monitoring di pojok ruang kerja lantai 2 kantor TMG. Mulai dari pemesanan kertas, proses pencetakan, hingga proses pengiriman dan pendistribusian ke 10 provinsi.
"Kami juga menggelar rapat-rapat koordinasi yang memonitor seluruh pekerjaan. Juga untuk menjamin ketepatan waktu. Sebab, kami juga sudah pengelaman mencetak surat suara sejak 2004 lalu," kata Kristianto, Minggu (20/1).
TMG juga menyiagakan unit kontrol. Unit tersebut bertugas mengendalikan dan memastikan kualitas, jumlah, dan kondisi fisik surat suara sesuai pesanan KPU. Terutama, terkait desain, gambar, dan ejaan nama lengkap para peserta pemilu.
Dia melanjutkan, ada proses approval sebelum mendistribusikan ke provinsi yang dituju.
"Kami juga diawasi oleh kepolisian. Jadi, semua harus kami kelola dengan baik, sesuai permintaan KPU. Karena ada spesifikasinya (fisik dan desain surat suara), dan kami harus mengikuti itu," lanjutnya.
Sementara itu Ketua KPU RI Arief Budiman menerangkan, ada anggota Komisi 2 DPR RI, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), polisi, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI yang akan mengawasi. Mereka akan memonitor kinerja TMG. Mulai dari proses produksi, desain, hingga distribusinya.
Arief mengingatkan jangan sampai ada kesalahan desain yang melanggar kode etik KPU. Misalnya, desain surat suara yang tidak adil kepada salah satu peserta pemilu.
"Ada anggota KPU yang ahli grafika dari politeknik media kreatif. Jadi jangan sampai gara-gara desain, KPU melanggar kode etik dengan memperlakukan peserta tidak adil," ucapnya.
Kemudian, KPU akan memberlakukan daily report setiap pukul 09.00 WIB. Pihak TMG wajib melaporkan progres pencetakan surat suara ke pusat data di KPU RI setiap hari.
Di sisi lain, Arief menilai bahwa hasil cetak surat suara hari ini masih sesuai harapan. Hanya, kecepatan produksi dan proses pendistribusiannya yang masih perlu pengawasan lebih lanjut.
"Produksi dan distribusi ini yang penting. Saya selalu meyakini bahwa produksi bisa cepat dan tepat waktu. Karena, (produksinya) menggunakan mesin semua. Jadi tinggal pencet-pencet, bergerak semua (mesin cetaknya)," tambah Arief.
Menurutnya, mengerjakan pencetakan surat suara berbeda dengan mencetak buku atau koran. Keterlambatan pencetakan surat suara dapat mengganggu proses pencoblosan.
"Kalau mencetak buku atau koran, terlambat itu biasa. Tapi kalau pemilu risikonya bisa terganggu. Mudah-mudahan distribusinya bisa tepat waktu," tuturnya

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
