
ILUSTRASI: Bunuh diri
JawaPos.com - Seorang remaja pria bernama M. Tri Wahono, 20, warga Kabupaten Pekalongan nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri. Bahkan, warga Dukuh Gandu Kidul RT 03 RW 06 Tengengwetan, Siwalan itu sempat mengirimkan video proses ketika ia bunuh diri kepada pacarnya.
Terungkapnya peristiwa tragis ini, menurut Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto, bermula kala ibu korban, Siti Chamidah, 52, pulang ke rumah selepas berjualan di Pasar Sragi, Senin (14/1) pukul 18.00 WIB. Saat itu, ia mendapati baik pintu samping maupun pintu utama rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.
"Setahu ibu korban, korban masih tertidur di dalam rumah. Sehingga membuka secara paksa pintu samping rumah," katanya saat dihubungi, Selasa (15/1) sore.
Setelah berhasil membuka pintu samping, sang ibu langsung menuju dapur rumah. Di mana kemudian dirinya kaget bukan kepalang kala mendapati anaknya sudah tergeletak dalam posisi tengkurap di lantai.
"Melihat hal itu, sang ibu langsung berteriak, kemudian ayah korban yang tengah berada di luar rumah segera menghampiri. Tak berselang lama, korban dibawa ke Puskesmas Sragi," sambungnya.
Namun nahas, saat diperiksa ternyata korban sudah meninggal dunia. Berdarkan hasil visum luar dari tubuh korban, nihil tanda-tanda penganiayaan dan hanya ada bekas jeratan di leher bagian atas saja. Persitiwa ini pun lantas dilaporkan ke Polsek Sragi yang kemudian melangsungkan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah dilakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi yang pertama kali menemukan korban, didukung oleh bukti-bukti petunjuk, disimpulkan bahwa Tri diduga kuat merupakan korban bunuh diri.
"Atas peristiwa tersebut korban diduga melakukan bunuh diri dengan sebelumnya meminum air campuran sabun cuci. Setelah itu korban melakukan gantung diri di dapur dengan menggunakan tali rafia yang telah disediakannya. Namun saat itu tali putus dan tubuh korban jatuh ke lantai," lanjut Agung.
Dugaan ini dikuatkan dengan rekaman dan foto dari handphone milik korban. Di mana ditemukan gambar beserta video proses korban mengakhiri hidupnya. Yang ternyata sempat dikirimkan ke pacar korban bernama Nur Aeni Agustina, 16, warga Dukuh Gentong Wungu, RT 01 RW 01, Sragi, Pekalongan.
"Rekamannya itu yang nunjukkin pacarnya, kan dikirimkan ke dia sesaat sebelum meninggalnya korban. Sudah kami mintai keterangan juga," tambah Agung.
Dari hasil olah TKP, polisi turut mengamankan sederet barang bukti. Berupa satu buah berukuran besar yang berisi air campuran dari sabun colek. Satu botol air mineral ukuran satu liter, sepotong tali rafia warna hitam dengan panjang 60 cm. Serta satu unit handphone merek Samsung J2 PRO silver milik korban yang berisi rekaman dari korban dan foto-foto dari korban sebelum kejadian.
"Korban nekat melakukan itu diduga karena permasalahan keluarga. Karena ini memang kasus bunuh diri ya, maka diserahkan langsung ke pihak keluarga. Mereka menerima ini sebagai musibah, jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga dengan disaksikan perangkat desa," tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
