
Ilustrasi penangkapan pengguna narkoba
JawaPos.com - Mobil hitam sedang melaju di tengah kota. Di dalamnya, seorang bandar sabu-sabu 5 kg, Faisal Rajab, melawan polisi. Pergumulan terjadi. Dor...dor... Sang bandar tewas. Pengakuan polisi yang akan membawa ke Mapolrestabes Makassar, Faisal hendak merebut senjata api (senpi) polisi, Minggu pagi, 13 Januari, sekitar pukul 06.00 Wita. Beruntung, petugas refleks dan menahannya.
Upaya mempertahankan senpi berujung pada letusan senjata. Dua peluru bersarang di dada kiri Faisal. "Ada empat kali letusan. Dua kali kena kaca mobil. Dua kali kena pelaku dan menyebabkan tewas," ungkap Kasat Narkoba, Kompol Diari Astetika, seperti dikutip Fajar (Jawa Pos Group), Senin (14/1).
Perlawanan Faisal setelah menunjukkan empat lokasi penyebaran sabu-sabunya. Aparat Polrestabes Makassar menangkap Faisal,32 dan Dandi,30, Sabtu malam, 12 Januari. Dandi bertugas sebagai kurir. Penangkapan keduanya setelah polisi menyamar sebagai pembeli sabu-sabu.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo memaparkan, petunjuk awal tangkapan besar itu dari 10 gram sabu-sabu dalam satu saset kecil. Polisi mengembangkannya dan menemukan paket lain yang disimpan dalam tas besar.
"Setelah dilakukan pengembangan, kita dapatkan total 5 kilogram sabu-sabu yang sudah dibagi-bagi 500 gram per plastik," ungkap Wahyu sembari menunjukkan 10 plastik sabu-sabu di depannya.
Wahyu menyebut, hasil penyelidikan ini termasuk tangkapan besar bagi kepolisian mengawali 2019. Apalagi, pelaku masih punya hubungan dengan jaringan narkoba lainnya yang pernah diamankan.
Dandi masih punya hubungan keluarga dengan tersangka bandar ekstasi 900 butir yang ditangkap menjelang tahun baru lalu.
Keputusan polisi melepaskan empat kali tembakan karena Faisal kian tak terkendali. Faisal sempat memukul polisi dengan kunci roda yang ditemukannya.
Nyaris pula ia menembaki petugas dalam mobil itu. Dia sudah berusaha merebut senpi petugas yang mengawalnya. Polisi melepaskan empat tembakan. Dua bersarang di dada Faisal dan dua lainnya mengenai kaca mobil bagian kiri.
Jaringan Antarpulau
Wahyu tak menampik kemungkinan peredaran narkoba dengan bandar Faisal Rajab, bagian dari jaringan internasional. Pihaknya bakal mengembangkan kasus itu sampai menciduk bandar lainnya.
Ia memastikan, peredaran sabu-sabu itu berasal dari luar Kota Makassar. Polisi telah mengantongi alur peredarannya. Berasal dari pulau seberang. "Intinya, kita akan telusuri terus bandarnya ini," katanya.
Nilai narkoba tersebut tak main-main. Penangkapan 5 kilogram sabu-sabu itu telah menyelamatkan 60 ribu jiwa. "Jadi, jangan diukur dari harga rupiahnya," imbuhnya lagi.
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika merincikan, suplai narkoba itu berasal dari Pulau Kalimantan. Terbilang sangat banyak. Sekali order dari Faisal, bisa mencapai 10 kilogram. Tangkapan 5 kilogram oleh personelnya itu merupakan sisa orderannya yang belum terjual.
"Lima kilogram lainnya sudah dia jual. Makanya kita masih telusuri darimana dia dapat barangnya," tandasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
