Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Agustus 2023 | 21.09 WIB

Jumlah SMA Negeri dan Swasta Bertambah, Kesempatan Bersekolah di Sumut Meningkat

Ilustrasi siswa SMA. Dok JawaPos - Image

Ilustrasi siswa SMA. Dok JawaPos

JawaPos.com - Ketersedian lembaga pendidikan menjadi salah satu indikator bagi warga untuk bisa mendapat kesempatan bersekolah. Pemprov Sumut mengklaim saat ini sudah 94 persen anak usia sekolah tingkat SMA sudah mendapatkan pendidikan sesuai jenjangnya. Semua itu sebanding dengan jumlah SMA negeri dan swasta di provinsi sudah mencapai 1.074 sekolah.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah sekolah SMA negeri dan swasta di Sumut meningkat. Pada tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 1.074 unit SMA negeri dan swasta. Tahun sebelumnya hanya 1.066 unit sekolah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, dengan bertambahnya sekolah itu, maka angka partisipasi kasar (APK) tingkat SMA di Sumut pada 2022 mencapai 94,44 persen. Namun, sedangkan angka partisipasi murni (APM) tingkat SMA 66,3 persen. "Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah," Ilyas Sitorus kepada wartawan, Rabu (2/8).

Ilyas Sitorus menyadari, angka APK dan APM untuk sekolah tingkat SMA cukup menggembirakan. Hanya saja Pemprov Sumut tidak mau berpuas diri. "Ke depan semuanya harus lebih ditingkatkan lagi. Tentunya juga kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan,” kata Ilyas.

Pertumbuhan jumlah sekolah disertai dengan pertambahan guru. Pada tahun ajaran 2022/2023, jumlah guru SMA negeri dan swasta mencapai 23.096 orang. Angka itu meningkat dibanding tahun ajaran sebelumnya 2021/2022 sebanyak 22.870 orang.

Ilyas menegaskan, sektor pendidikan memang menjadi program prioritas Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Targetnya dengan meningkatkan jumlah angka melek huruf. Pada usia 15 tahun ke atas kini sudah mencapai 99,5 persen. Angka itu merupakan data tahun 2022. Pada tahun sebelumnya angka melek huruf di Sumut 96,35 persen.

Menurut dia, melek huruf merupakan proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang mempunyai kemampuan membaca dan menulis huruf, baik huruf latin dan huruf lainnya.

“Melek huruf menjadi indikator untuk melihat perkembangan pendidikan penduduk. Semakin tinggi angka melek huruf atau kecakapan baca tulis, maka semakin tinggi pula mutu dan kualitas sumber daya manusia,” kata Ilyas Sitorus

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore