Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Januari 2017 | 22.54 WIB

Tanda Tangan Penerima Bansos pun “Dibatik”

Ketua RW 1 desa Babakan Asem, Muid (kiri) dihadiri salah satu anak yatim yang tertera didata penerima santunan, Ahmadi (berpeci) menjelaskan tidak pernah menerima bantuan dari Pemprov Banten. - Image

Ketua RW 1 desa Babakan Asem, Muid (kiri) dihadiri salah satu anak yatim yang tertera didata penerima santunan, Ahmadi (berpeci) menjelaskan tidak pernah menerima bantuan dari Pemprov Banten.

MAU tahu, bagaimana modus penggelapan Bansos tidak terencana 2014? Berdasarkan pengakuan salah satu tenaga honorer di Biro Kesra dengan memalsukan bukti tandatangan penerima. Istilahnya “dibatik”.  



Selain itu, dengan menyunat dana. Menurut dia, banyak amplop yang dibagikan kepada Odha dan anak yatim nilainya lebih kecil dari yang seharusnya diberikan. “Ada yang memang isinya Rp3 juta, Rp2,5 juta. Tapi banyak juga yang isinya cuma Rp1,5 juta. 



Kami saat itu hanya bertugas membagikan amplop yang sudah disiapkan. Di luar amplop tertulis, isi uang yang ada di dalamnya.  Jumlahnya beda-beda. Sementara dalam laporan, nilainya tertulis sama semua," katanya. 



Di akhir tahun 2014, sejumlah TKS diminta membantu bendahara membuat laporan keuangan Bansos tidak terencana. Tugasnya membuat tandatangan yang contohnya sudah disiapkan oleh bendahara. 



”Setelah pengarsipan, kami disuruh menandatangani ratusan berkas sebagai bukti penerimaan Bansos di rumah bendahara. Di sana banyak sekali tumpukan berkas tandatangan yang berisi contoh tandatangan penerima Bansos yang sudah disiapkan," katanya. 



"Kerja hingga malam. Kami hanya diberikan uang Rp150 ribu sebagai uang transport," sambungnya. 


Tenaga honorer lain, yang mengaku dilibatkan dalam proses penyaluran Bansos juga tidak tahu berapa jumlah pasti yang menerima Bansos 2014. Dirinya hanya bertugas membawa tas besar yang berisi uang ratusan juta setiap proses penyaluran Bansos kepada anak yatim. 




"Saya cuma bertugas membawa uang dan membagikannya pada calon penerima bantuan. Tidak tahu soal laporan keuangannya. Kami pun tidak pernah menerima honor selama menyalurkan bantuan," ungkapnya. (mg-12/asp) 

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore