Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Januari 2017 | 06.51 WIB

Menyingkap Bisnis Haram Tambang Emas Hitam, Pesta Pora di Tahura

Tampak alat berat yang didapati masih beroperasi  di lokasi penambangan liar di Tahura, Kaltim. - Image

Tampak alat berat yang didapati masih beroperasi di lokasi penambangan liar di Tahura, Kaltim.

Kekayaan alam di Kutai Kartanegara (Kukar) sangat berlimpah. Saking besarnya potensi itu, mengundang siapa saja untuk mengeruk keuntungan meski dengan cara ilegal. Kaltim Post menelusuri jejak penambangan batu bara yang diduga ilegal di Samboja, Kukar, dua jam sebelum polisi datang.



DELAPAN personel Polda Kaltim mendadak mengunjungi lokasi tambang batu bara di Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Rabu (8/6) sekitar pukul 16.00 Wita.


Sebuah tambang batu bara karungan yang lokasinya sekitar 2 kilometer dari Polsek Samboja itu disebut diamankan oleh aparat. Dua truk kontainer pengangkut emas hitam karungan diduga kuat disita beserta dua pekerja untuk diperiksa. 


Konon penyitaan bukti penambangan itu atas perintah oknum perwira berpangkat strategis di Kaltim. Dia berang, lantaran penambangan batu bara dilakukan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Sejurus itu, dia memerintahkan para personelnya untuk mengamankan lokasi. 


Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Kombes Fajar Setyawan yang dikonfirmasi media ini, Selasa (14/6) membenarkan adanya pengamanan dugaan tambang ilegal tersebut. Saat ini Polda Kaltim masih mengintensifkan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang diamankan. “Masih periksa-periksa,” ucapnya melalui pesan singkat.   


Kaltim Post menelusuri lokasi tambang sejak pukul 10.30–14.00 Wita, sebelum kedatangan personel polisi, Rabu (8/6). Tidak ada informasi soal rencana kedatangan polisi itu ke media ini. Namun, berbekal kabar yang diperoleh dari masyarakat, koran ini mengunjungi penambangan tersebut.


Lokasi tambang terdiri dari tiga titik yang dimiliki oleh tiga orang. Mereka adalah RJ, SP, dan SB. Peran tiga orang ini diketahui sebagai pemilik lahan. Lokasinya juga tak jauh dari mesin pompa minyak milik Pertamina di Margomulyo. 


Ada beberapa akses masuk yang bisa dilalui. Selain lewat permukiman warga, bisa pula masuk dari gerbang pos penjagaan objek vital nasional. Di kawasan ini terdapat pompa minyak milik Pertamina. “Tapi kalau lewat pos penjagaan dilarang untuk umum,” kata seorang sumber Kaltim Post di Samboja.


Media ini masuk lewat permukiman warga yang berada di samping pos penjagaan tersebut. Baru masuk, tumpukan emas hitam sudah terlihat di kanan jalan. Batu bara itu disebut merupakan milik SP. Dari jalan Poros Samboja-Balikpapan tumpukan batu bara itu sudah terlihat.


Masuk ke lokasi tambang ini sebenarnya tanpa penjagaan yang ketat dari pihak penambang. Terlebih, di dekat lokasi tambang juga terdapat permukiman warga. Jumlahnya tak banyak. Tak sampai 30 rumah penduduk. 


Yang mendapat penjagaan ekstra hanya di pos penjagaan objek vital milik Pertamina. Di sana terdapat anggota polisi dan TNI yang berjaga. Mereka memang bertugas untuk mengawasi pompa minyak yang tersebar di kawasan itu.


Sekitar 1 kilometer ke dalam yang lokasinya di bukit tampak tumpukan batu bara terhampar. Jumlahnya juga lebih banyak. Di lokasi ini, ada sekitar belasan pekerja. Sejumlah dari mereka terlihat memasukkan emas hitam ke dalam karung. Sementara itu, yang lain mengangkut batu bara karungan itu ke truk peti kemas. 


Jumlah batu bara yang terhampar itu diperkirakan cukup untuk empat peti kemas ukuran 20 feet. Emas hitam itu diduga kuat milik SB. Sementara itu, lokasi tambangnya berjarak sekitar 2–3 kilometer ke dalam. Saat media ini mengunjungi tambang tersebut, sudah tak ada lagi aktivitas alat berat yang melakukan keruk-mengeruk bumi.


Kemudian, media ini melanjutkan perjalanan sekitar 1 kilometer lagi ke dalam. Di lokasi itu, terdapat tumpukan batu bara yang naga-naganya sudah berusia lebih sepekan dikeluarkan dari lahan tambang. “Batu bara itu milik RJ,” kata Rudi, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi tambang.


Namun, dia tak mengetahui secara pasti kapan batu bara itu dikeruk. Sementara lahan bekas tambang kini sudah bersalin kebun yang dikelola oleh keluarganya. “Saya juga tak tahu mau diapakan itu batu bara,” sebut dia.

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore