Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Maret 2017 | 01.37 WIB

Banjir Tiap Pekan, Warga Sangatta Minta Sungai Bagian Hulu Dinormalisasi Total

Banjir yang terjadi di Sangatta Selatan dalam setiap pekannya mengancam keberadaan warga. - Image

Banjir yang terjadi di Sangatta Selatan dalam setiap pekannya mengancam keberadaan warga.

JawaPos.com - Hampir setiap pekan kawasan di daerah hulu Sungai Sangatta, Kaltim, dilanda banjir. Karenanya, warga pun meminta agar daerah tersebut dinormalisasi total. Kabar terabru, banjir melanda kawasan Masabang dan Dusun Marga Rukun Desa Sengatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan (Sangsel), Senin (27/2) kemarin. Hujan deras yang berlangsung hampir semalaman langsung membuat banjir menggenangi rumah warga dengan ketinggian sekira dua meter.


Tambar, warga Sangatta Selatan ini mengaku rumahnya pernah digenangi air dengan ketinggian 30 sentimeter. “Saat ini (kemarin, Red) sudah menyentuh lantai. Tetapi kemungkinan, air akan masuk rumah. Karena belum ada tanda-tanda air turun. Malah terlihat air terus mengalami kenaikan,” ujar Tambar.


Hal senada juga diutarakan Entong, warga setempat. Dirinya mengaku jika dilokasinya merupakan langganan banjir dalam setiap bulannya. Bahkan, pada Januari 2017 lalu, banjir terjadi sampai empat kali secara bergantian. “Kami banyak mengalami kerugian. Mulai dari tanaman hingga ternak yang mati. Yang sangat diherankan, banjir sangat mudah sekali terjadi di lokasi ini,” katanya.


Dirinya menduga, dangkal dan mengecilnya  sungai merupakan salah satu sumber utama penyebab banjir. Karenanya, dirinya meminta kepada pemerintah untuk dapat melakukan normalisasi sungai di daerah hulu sungai Masabang dan Marga Rukun.


“Kalau di persimpangan sungai Marga Rukun, sudah dinormalisasi beberapa waktu lalu. Tetapi di bagian hulunya, tidak sama sekali. Dulu memang pernah, tetapi sudah lama sekali. Saat ini, sungai itu kembali dipenuhi pohon, mengecil, dan dangkal. Karenanya, diperlukan normalisasi lagi,” pintanya.


Dirinya yakin, jika sudah dinormalisiasi, maka akan meminimalisir terjadinya banjir. Tetapi jika tidak, maka banjir akan terus menghantui warga setempat. Akibatnya, warga terus mengalami kerugian hingga berlipat ganda.


“Biar hujan sebentar, pasti langsung banjir. Dulu, biar hujan terus menerus, gak banjir-banjir. Paling, satu tahun sekali. Tetapi sekarang, sangat rawan sekali. Yang kami khawatirkan lagi, banjir sangat membahayakan anak-anak. Terlebih, di daerah kami banyak buaya,” katanya. (dy/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore