Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Juni 2017 | 07.20 WIB

Tenang, Listrik Kalbar Aman Selama Libur Lebaran

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - PT PLN Wilayah Kalimantan Barat menjamin pasokan listrik selama liburan lebaran 2017 aman. Ini ditunjang dengan surplusnya daya di setiap sistem kelistrikannya.


Mulai dari sistem kelistrikan Kalimantan Barat terdiri dari Kota Pontianak, Singkawang, Kabupaten Sambas, Kubu Raya, Mempawah dan Bengkayang. Daya mampu 353 MW dan beban puncak 265 MW serta memiliki cadangan daya 88 MW.


Kemudian Sistem Ketapang meliputi Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Saat ini kondisi aman dengan daya mampu 41 MW, beban puncak 31 MW dan cadangan daya 10 MW.


Begitu juga untuk Sistem Ngabang, Kabupaten Landak. Kondisi aman pasokan listrik aman dengan daya mampu 6,65 MW, beban puncak 5,5 MW dan cadangan daya 1,15 MW.


Selanjutnya di Sistem Sanggau mencakup Kabupaten Sanggau. Pasokan listrik dalam kondisi aman. Daya mampu 23,52 MW, beban puncak 20 MW dan cadangan daya 3,52 MW.


Untuk Sistem Sekadau di Kabupaten Sekadau. Kondisi aman, daya mampu 7,5 MW, beban puncak 6,5 MW dan cadangan daya 1 MW. Lalu Sistem Sintang di Kabupaten Sintang. Listrik dalam kondisi aman dengan daya mampu 23 MW, beban puncak 21 MW dan cadangan daya 2 MW.


Lalu sistem Pinoh untuk Kabupaten Melawi. Pasokan listrik aman dengan daya mampu 7,3 MW, beban puncak 6 MW dan cadangan daya 1,3 MW. Terakhir di sistem Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu juga dalam kondisi yang aman. Daya mampu 6,8 MW, beban puncak 6 MW dan cadangan daya 0,8 MW.


GM PT PLN Kalimantan Barat Bima Putrajaya menuturkan kondisi jaringan sudah dilakukan pemeliharaan secara rutin dilakukan menjelang bulan Ramadan. Seperti pemangkasan pohon, pemasangan recloser, perbaikan setting relay dan pelaksanaan pekerjaan perbaikan sambungan oleh tim PDKB (pekerjaan dalam keadaan bertegangan).


Begitu juga dengan pasokan bahan bakar. Ia mengatakan cadangan BBM maupun batubara rata-rata cukup untuk 10 hari operasi. “Kami sudah menyiapkan kondisi ini jauh-jauh hari,” kata Bima kepada wartawan, kemarin. 


Untuk memberikan kenyaman pelanggan pun, lanjut dia, PLN menambah durasi waktu operasional mesin pembangkit sistem isolater kecil. Dimana biasanya beroperasi 12 jam, di H-1 hingga H+1 akan beroperasi selama 18 jam per hari.


Sedangkan upaya antisipasi terjadi gangguan, PLN menyediakan posko gangguan tersebar di empat Area, 23 Rayon, seluruh kantor pelayanan jaringan, area pengatur distribusi, serta area pengatur dan penyaluran beban. Fasilitas layanan itu bisa dihubungi di 0561 123.


“Termasuk menyiapkan personil siaga di seluruh pusat-pusat listrik, gardu induk, dan pelayanan teknik di kantor-kantor rayon,” kata dia. 


Persiapan juga dilakukan dengan menyediakan cadangan material distribusi di seluruh area dan rayon. (Spare part di pusat-pusat listrik, trafo distribusi, kabel TIC (twisted insulated cable), MCB dan KWH meter serta material lainnya. “Kami pastikan material ini dalam kondisi cukup,” kata dia. .


Meski sudah melakukan persiapan, Bima tetap berharap masyarakat juga ikut menjaga pasokan listrik. Seperti tidak bermain layang-layang terutama yang menggunakan tali kawat, tidak menggunakan listrik secara illegal, dan menghemat pemakaian tenaga listrik. (mse/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore