Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 April 2017 | 21.15 WIB

Puting Beliung Hancurkan Gedung dan Rumah Warga

RUSAK: Salah satu bangunan yang rusak akibat tertimpa pohon alba saat hujan deras disertai angin puting beliung, kemarin. - Image

RUSAK: Salah satu bangunan yang rusak akibat tertimpa pohon alba saat hujan deras disertai angin puting beliung, kemarin.

JawaPos.com - Angin puting beliung menghancurkan sejumlah bagunan di Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan, Selasa (25/4) sekitar pukul 15.00. Bangunan yang rusak yakni sebuah rumah, Workshop Baja Archindo Steel, dan kandang ayam.

Kakak Pemilik Workshop Baja Archindo Steel, Mulyanto mengatakan, saat kejadian ada 15 pekerja yang berada di workhsop. Beruntung pohon alba setinggi 15 meter yang roboh tidak menimpa pekerja.

“Saat hujan lebat disertai angin terdengar bunyi pohon retak, beruntung pekerja bisa berlari melalui pintu belakang,” katanya.

Dia mengungkapkan, ditaksir kerugian mencapai Rp 170 juta. Sebab, tidak hanya bangunan yang rusak, alat berat untuk produksi baja yang berada di dalam juga tertimpa pohon. Selain itu, beberapa alat korslet terendam air hujan yang masuk melalui atap yang hancur.

“Nilai bangunannya Rp 70 juta. Kemudian alat-alat berat ikut rusak yakni genset, bor listrik, cutting baja, katrol, kren, dan alat las, ditaksir nilainya Rp 100 juta,” imbuhnya.

Di tempat lain, dua rumah rusak ringan tertimpa pohon yakni milik Triyono dan Aminto. Kedua rumah rusak pada bagian atap dengan kerugian masing-masing rumah berkisar Rp 1 juta. Nasib kurang beruntung menimpa Kaslam, dua kejadian membuatnya rugi besar.

Dia tidak menyangka saat tengah memberi makan ayam, pohon alba milik tetangga yang tidak jauh dari tempatnya roboh menimpa atap kandang ayam. Sedangkan pohon alba miliknya menimpa workshop baja Archindo Steel Susanto.

“Saat kejadian saya masih di dalam kandang, beruntung dapat menyelamatkan diri dan berlari ke rumah. Namun sampai di rumah saya mendengar kabar pohon alba milik saya menimpa workshop milik Pak Susanto,” terang Kaslam.

Kaslam mengaku belum mengetahui kerugian yang dialami. Menurutnya, semuanya serba mendadak. Baik kerugian kandang ayam maupun ganti rugi gudang baja. “Saya belum menghitung nominalnya, memikirkannya saja membuat hati kecut,” ucapnya dengan wajah pucat.

Terpisah, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Muhsoni mengatakan, setelah mendapatkan laporan warga pihaknya segera menuju tempat kejadian untuk melakukan evakuasi pohon dan mengimbau penghuni rumah untuk mengungsi.

“Ditakutkan bagian rumah yang tertimpa pohon menjadi rapuh dan sewaktu-waktu bisa ikut ambruk,” katanya.

Muhsoni menerangkan, angin puting beliung kemungkinan besar masih muncul sampai musim pancaroba berakhir sekitar bulan Mei. Ia mengimbau bagi pemilik pohon untuk memapras dahan dan menebang pohon besar yang berada disekitar pemukiman.

“Hujan deras akhir-akhir ini membuat tanah menjadi gembur. Seperti empat pohon di Desa Pengadegan, tanah tidak kuat menahan daya ikat akar pohon dan mengakibatkan pohon roboh setelah diterpa angin puting beliung,” terangnya. (gal/sus/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore