
Ilustrasi
JawaPos.com - Garis kemiskinan dipicu oleh beberapa faktor pemicu kemiskinan. Dari sekian banyak indikator, salah satu disebabkan konsumsi rokok.
Dilansir dari Batam Pos (Jawa Pos Group), Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) merilis jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut mengalami kenaikan.
Pada September 2016 mencapai 119.143 orang atau 5,84 persen dari total jumlah penduduk di Kepri, lantas di Maret 2017, jumlahnya menjadi 125.370 orang. "Artinya ada peningkatan sebesar 6.227 orang, meningkat 0,22 poin," kata Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar.
Sebaran penduduk miskin itu di daerah perkotaan bertambah sebanyak 5.301 orang dan di daerah perdesaan sebanyak 926 orang.
Dia menyebut, meningkatnya jumlah warga miskin akibat dari melambatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri. Pada 2016 pertumbuhan itu 5,03 persen, kini di triwulan 2017 turun di angka 2,02.
"Jadi, angka garis kemiskinan pada bulan Maret 2017 lebih tinggi dibanding angka garis kemiskinan di bulan September 2016," kata Panusunan.
Ditambahkannya, penduduk miskin adalah mereka yang secara ekonomi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, baik makanan maupun non makanan. Pemenuhan kebutuhan dasar direfleksikan dengan nilai rupiah per orang per bulan yang disebut dengan Garis Kemiskinan (GK).
Peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).
Pada Maret 2017, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 67,47 persen, sedangkan sumbangan garis kemiskinan bukan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2017 adalah sebesar 32,53 persen.
Adapun komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di daerah perkotaan adalah beras, rokok, daging ayam ras, dan telur ayam ras, sedangkan di daerah perdesaan adalah komoditas beras, rokok, telur ayam ras, dan gula pasir.
Untuk komoditas bukan makanan, kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan adalah biaya perumahan, listrik, dan bensin baik di daerah perkotaan maupun di daerah perdesaan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
